terhadap orang kedua saya lakukan hal yang sama… ternyata, dia malah lebih sombong, dengan terang-terangan bilang, “bapak butuh banyak belajar lagi…” padahal, usia kami mirip… alamaaaak…
ternyata, perlakuan itu berbeda tiap orang, ga bisa digeneralisasi…
kalau trump, menurut saya, ga usah ditanggapi, diam saja… trump seperti orang yang semangat saat lagi debat karena ada penonton… dia ga peduli benar atau salah… ketika semua penonton meninggalkan panggung debat, orang itu kehilangan energinya…
Taufik Hidayat
Judul artikel abah DI hari ini Bertahan Menyerang mengingatkan saya akan sebuah museum perang yang menarik di Minsk Belarus. Saya ingat mampir ke sana di akhir musim dingin di pertengahan Maret. Suhu masih membeku minus 16 derajat C. Dan saya sepeti kebiasaan orang proletar kemana mana naik metro lanjut bus dan jalan kaki di tepian sungai Svislach yang membeku. museum ini namanya keren . “Belarussian State Museum of the History of the Great Patriotic War”. Gedungnya megah dengan Kubah cantik. Di museum ini kita mengenal konsep bertahan dan meyerang. Bertahan sampai titik penghabisan ketika rakyat dan tentara bertahan terhadap serbuan Jerman dengan Benteng Brest dan parit parit yang ikonik. dan kemudian menyerang hingga
Ahmed Nurjubaedi
(Abah DI biasa menulis kalimat pendek. Tidak beranak cucu. Saya coba menulis satu kalimat yang puanjangggg) :
Menyikapi suasana geopolitik saat ini, saya usul agar Paguyuban Ilmu Kejawen, dengan didukung penuh oleh presiden-wapres Prabowo-Gibran dan seluruh anggota DPR, segera menjalin kerjasama dengan Harvard, Oxford, NUS, ANU, Tsinghua University, the University of Tokyo, Seoul National University, the University of Cape Town, King Fahd University, Lomonosov Moscow University, University of Teheran, Tel Aviv University, dan Jawaharlal Nehru University untuk menyelenggarakan short course Filsafat Jawa dimana kelas filsafat ini akan membahas secara mendalam 3 ajaran Jawa untuk menyebarkan kedamaian di muka bumi:
1. Nglurug tanpa bala. Meyerbu tanpa pasukan. Ksatria sejati tidak boleh menimbulkan banyak kerusakan atau kematian. Kalau ngajak perang, ya 1 on 1 antar pemimpin.