Laksana DedeS

Menyerang untuk bertahan: kalau ada yang mengkritik teriaki saja: heii antek-antek asing.. ada yang mengkritik MBG beri cap saja: tak pernah merasakan miskin. Bila kritiknya cerdas, sebut saja; implasi pengamat, bukan ahlinya..

Mirip karakternya, sama keras kepalanya. Hanya beda levelnya..

Fauzan Samsuri

Pertahanan terbaik adalah menyerang dan serangan terbaik adalah yang tak lupa pertahanan

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

@pak Wilwa..

IRAN DAN ILUSI KEKEBALAN SEJARAH..

Komentar Pak Wilwa menarik. Ada pola besar yang terlihat.

Penaklukan Persia oleh Aleksander Agung, lalu Perang Romawi–Persia, berlanjut ke Penaklukan Muslim atas Persia, hingga Invasi Mongol ke Persia.

Iran tampak seperti selalu “ditaklukkan”, tapi tidak pernah benar-benar hilang.

Namun sejarah tidak sesederhana garis lurus.

Yunani runtuh bukan karena Iran.

Romawi juga.

Faktor internal sering lebih menentukan.

Begitu pula Kekhalifahan Abbasiyah, yang justru banyak dipengaruhi elite Persia, bukan semata “dikendalikan”.

Mongol memang berubah.

Tapi itu proses adaptasi kekuasaan, bukan kekalahan Iran.

Sementara Inggris dan Uni Soviet tidak runtuh karena Iran, melainkan dinamika global yang lebih luas.

Iran punya daya lentur budaya. Itu fakta.

Ia menyerap, lalu memengaruhi balik.

Tapi menyebut semua penyerang akhirnya “runtuh karena Iran” adalah penyederhanaan.

Prediksi tentang Amerika Serikat juga perlu hati-hati.

Sejarah memberi pola, bukan kepastian.

Yang sering menjatuhkan imperium justru bukan musuh di luar, melainkan karena retak di “dalam”.

Wilwa

Yunani serang Iran awalnya menang akhirnya runtuh. Romawi serang Iran, awalnya menang akhirnya runtuh. Arab serang Iran, awalnya menang akhirnya runtuh dalam arti agamanya diserap/dimutasi dan politiknya/birokrasinya dikuasai semasa Abbasiyah. Mongolia serang Iran, awalnya menang akhirnya runtuh dalam arti khan nya diislamkan dan sukunya diserap. Inggris dan Soviet juga begitu. Dan kini Amerika diprediksi jadi korban berikutnya.

Wilwa

Yunani serang Iran walau menang akhirnya runtuh. Arab/Islam serang Iran walau awalnya menang akhirnya diserap agamanya lalu dikuasai politiknya semasa Abbasiyah. Mongolia serang Iran juga sama akhirnya takluk bahkan diislamkan. Kini Amerika coba serang Amerika. Hmmmm. Menarik analysis nya.