Bahtiar HS

Tulis Abah, kalau berhadapan dengan Trump, sing waras ngalah. Kredo itu harus diingat juga oleh para suami.

Lek nurut saya nggak semudah itu, Abah Ferguso. Coba aja pas lagi “perang” brantayuda sama istri, lalu para suami bilang, “Wis lah sing waras ngalah!” Itu bukan menjadikan perangnya langsung selesai. Ceasefire. Genjatan senjata. Belum tentu. Justru malah bisa berlanjut lebih seru.

“Apa? Sing waras ngalah? Sangkakna sampean aku gendheng ngono ta?”

Gak hanya gagal paham. Bisa-bisa salah paham. :))

Sebaiknya dibalik saja. Mungkin efeknya malah positif. Apa itu? Katakan: “ya wis lah sing gendheng ngalah!” Mungkin dia akan berpikir sebentar, maksudnya apa suaminyi bilang gitu. Lalu ketika sadar, alih2 kata-kata yg keluar dari mulutnyi, paling2 senyum2 merajuk menyadari yg sebenarnya gendheng itu siapa. Hehehe…

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

@pak Warok..

KATA “DISEM0NI”

DAN “MENCEP”..

Menarik, Pak Warok. Dua kata itu seperti menyimpan filsafat komunikasi orang Jawa.

“Disemoni” bukan sekadar menyindir.

Ia cara menjaga rasa.

Kritik disampaikan, tapi dibungkus halus.

1) Ada empati di situ.

2) Ada keinginan agar pesan sampai tanpa melukai.

“Mencep” lebih subtil lagi.

Senyum tipis.

Tidak meledak.

Tapi mengandung makna.

1) Bisa setuju.

2) Bisa juga sindiran kecil.

Di situ ada kecerdasan membaca situasi. Tidak semua harus diucapkan keras.

Dalam budaya Jawa, ini bukan kelemahan. Justru kekuatan. Bahasa jadi alat merawat harmoni.

Konflik tidak dihindari, tapi dikelola.

Orang paham tanpa harus dipermalukan.

Bandingkan dengan gaya komunikasi langsung.

Kadang efektif.

Tapi sering juga meninggalkan luka.

Di titik ini, “disemoni” dan “mencep” terasa relevan.

Di era gaduh, cara halus justru bisa lebih tajam.

Jadi, dua kata itu bukan sekadar kosakata.

Ia cermin peradaban.

Mengingatkan bahwa bicara itu bukan hanya soal benar atau salah.

Tapi juga soal rasa.

Warok Ponorogo

Ijin bah. Sesama wong pawitandirogo, Jawa Timur daerah mataraman mau menerjemahkan kata kata Jawa yang abah belum ketemu padanan sewaktu menulis CHD hari ini.