Sebelum Dimas sempat bereaksi, Sari sudah menarik kerah kaosnya sampai Dimas jatuh ke kasur. Sari langsung mengambil posisi dominan, mengunci pergerakan Dimas.

“Lho, Sayang, kok… kok aku yang dipojokin?” bisik Dimas panik-panik senang.

Sari berbisik tepat di telinganya, “Dalam psikologi, ini namanya Counter-Attack. Kamu tadi masuk ke kamar tanpa pengawalan, jadi gawang kamu tbuka lebar

IKFR RSUA

Malam itu, pintu kamar baru saja dikunci. Dimas, si suami yang masih agak canggung, sedang duduk di pinggir kasur sambil memikirkan “strategi” pembukaan.

Dia ingat pesan teman-temannya: “Pokoknya, pertahanan terbaik adalah menyerang!”

Tiba-tiba, tanpa aba-aba, Dimas langsung melompat ke arah istrinya, Sari, yang lagi asyik pakai skincare. Dia langsung memeluk Sari dengan semangat 45, berharap serangan fajar—eh, serangan malam—ini bisa menutupi kegugupannya.

Sari kaget setengah mati sampai botol serumnya hampir terbang. “Mas! Kamu ngapain sih tiba-tiba nyeruduk kayak banteng?”

Dimas nyengir sok jago, “Ini namanya taktik psikologi, Sayang. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Biar kamu nggak sempat protes kalau aku nanti… eh, kurang durasi.”

Sari tertawa geli sambil menaruh botol serumnya. Dia lalu berdiri, melipat tangan di dada, dan menatap Dimas dengan tatapan menantang.

“Oh, gitu? Oke, kalau kamu pakai ilmu sepak bola, aku pakai ilmu pertahanan gerendel alias Catenaccio,” kata Sari santai.

Dimas bingung. “Maksudnya?”

“Maksudnya…” Sari menarik selimut tebal sampai ke leher dan membungkus dirinya seperti kepompong. “Malam ini gawangnya ditutup rapat karena wasitnya (aku) lagi dapet ‘kartu merah’ alias datang bulan. Serangan kamu gagal total, Mas. Silakan coba lagi minggu depan!”

Dimas cuma bisa bengong di pinggir kasur. Ternyata sekuat apa pun serangannya, kalau gawangnya lagi direnovasi, tetep aja nggak bisa gol.

Achmad Faisol

saya pernah menghadapi dua orang dengan kebanggaan diri terlalu tinggi…

orang pertama saya puji… setelah itu dia melunak… saya simpulka dia butuh dipuji di depan teman kerja dan atasannya…