Wilwa

Recommended untuk yang ingin mendalami sejarah dan filsafat Jawa: Pustaka Wedha Sasangka. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Terakhir youtube nya sudah #69 tanggal 5 Apr 2026. Berarti ini sudah 69 bulan dibahas karena “Master” Achmad Chodjim membahasnya dicicil yaitu sekali sebulan saking tebalnya naskah Jawa kuno yang entah berapa ratus atau ribu halaman. Simak: Pustaka Wedha Sasangka #69 | Jagat Tertata dan Tenteram III | Bab Terakhir Buku 4. 5 April 2026. KNK Channel. Pemirsanya hanya ribuan orang. Dan “Master” Achmad Chodjim menyatakan susah menerbitkan dalam bentuk buku belakangan ini khususnya buku keempat ini karena percetakan punya minimal orderan. Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Dan makin lama makin rendah minat masyarakat membeli buku. Mungkin buku dianggap kebutuhan sekunder bahkan tersier. Memudarnya budaya dan filsafat Jawa sudah pada tahap memprihatinkan seperti endangered species saja layaknya.

Lagarenze 1301

Saya pernah disodori buku yang sangat tebal. Judulnya: I La Galigo. Terjemahan dalam bahasa Indonesia. I La Galigo diklaim sebagai karya sastra terpanjang di dunia. Lebih dari 300 ribu baris, setara 6.000 halaman folio. Dapat pengakuan UNESCO sebagai Memory of the World pada 2011. Apa isinya? Saya tentu saja tidak paham. Tapi, kata yang ahli, buku itu bercerita tentang asal usul manusia Bugis di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Lewat To Manurung (orang yang turun dari langit). Buku itu juga membagi dunia dalam tiga dimensi: dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Selebihnya adalah kisah perjalanan tokoh utama, Sawe ri Gading, ke berbagai kerajaaan di nusantara. I La Galigo adalah cerita yang diceritakan turun temurun dalam tradisi lisan. Lalu, ditulis oleh Colliq Pujie, seorang bangsawan Bugis. Karya asli Colliq Pujie masih tersimpan di Universitas Leiden, Belanda. Buku itu sulit dipahami. Apalagi oleh generasi sekarang. Andai ada sastrawan yang bisa mem-bumi-kannya menjadi epos yang menarik dan gampang dicerna. Tentu bukan dalam bentuk buku tebal yang sangat berat. Atau dalam wujud pertunjukan teater saja. Tapi, menjadi karya digital, yang bisa dinikmati lewat Huawei Mate 80 Pro Max.