Catatan Dahlan Iskan

Harga Diri

Bagikan
Harga Diri
Bagikan

Saya minta penanya yang angkat tangan itu naik ke panggung. Saya minta dia berdiri di sebelah saya.

“Anda pilih saja salah satu rekan kerja Anda. Jadikan dia/ia pesaing. Anda sebut namanyi/nya dalam hati. Jangan Anda ucapkan nama itu kepada siapa pun”.

Masih ada kalimat lanjutannya: “Katakan dalam hati: ‘saya harus lebih hebat dari dia/ia’. Saya akan tunjukkan bahwa saya bisa kerja lebih baik dari dia/ia”.

Wanita muda itu terlihat tidak puas mendengar pendapat saya itu. Dia cantik meski tanpa make-up sama sekali. Tinggi. Langsing. Sawo matang. Kalau saja dia ikut perawatan wajah, pastilah paling tidak 5i.

Dia berani membantah saya. “Tidak mungkin. Semua rekan kerja saya lulusan top ten university di Indonesia,” katanyi.

Dahlan Iskan bersama calon wisudawan Universitas Terbuka Surabaya.–

Minggu hari ini dia diwisuda menjadi sarjana S-1 Universitas Terbuka –bersama 500 lebih wisudawan dari UT Surabaya. Mereka menghadiri semacam pembekalan untuk hidup setelah lulus S-1.

Dia juga mengatakan semua rekan kerjanyi laki-laki. Hanya dia yang Kartini. Perusahaannyi bergerak di bidang processing tembakau.

Berarti saat mulai bekerja di situ dia pakai ijazahnya SMA. Dari situ saja saya bisa menduga bahwa dia istimewa: lulusan SMA bisa satu rekan kerja dengan para alumnus top ten university.

Bahwa dia memutuskan sambil bekerja masih mau kuliah itu pun juga menunjukkan kemauan belajar yang baik.

Tapi kenapa dia merasa begitu minder?

Saya pun ingat acara Disway Malang dan Perwosi Kota Batu Minggu pagi lalu. Acaranya di kota wisata Batu. Resminya: menyongsong Hari Kartini. Tiga pembicara Kartini ditampilkan: seorang wanita karir (Dr Ira Puspadewi), wanita pengusaha roti yang sukses Mulyani Hadiwijaya (Dea Bakery), dan wanita akademisi (rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang).

Saya dijepit para wanita itu sebagai moderator.

Mulyani Hadiwijaya (Dea bakery), Rektor UIN Maliki Prof Ilfi Nur Diana, Ridha Heli Suyanto (istri wakil wali kota Batu), dan Ira Puspadewi di acara Kartini Talk Show Hari Kartini bertema Strong Woman, Strong Nation di Batu, 12 April 2026.–

Di acara menjelang wisuda UT kemarin itu saya ingat yang terjadi di Batu. Terutama presentasi Ira –mantan direktur utama ASDP yang mendapat rehabilitasi oleh Presiden Prabowo Subianto sehingga terbebas dari kriminalisasi.

Hari itu Ira memaparkan hasil penelitiannyi tentang perempuan Indonesia.

Kata Ira: perempuan Indonesia itu selalu memberi nilai-diri lebih rendah dari pada kemampuan sebenarnya yang mereka miliki.

Misalnya: Seorang perempuan ditanya “berapa nilai kemampuan Anda? Skala 1 sampai 10 di level berapa?”

Maka, kata Ira, perempuan Indonesia akan mengatakan kemampuan mereka di level tujuh. Padahal dalam kenyataannya kemampuan mereka di level delapan. Sebaliknya laki-laki. “Ngakunya punya kemampuan 9 tapi setelah bekerja di lapangan ternyata hanya mampu 7,” katanyi.

Ira sendiri sudah membuktikan bisa berkarir di perusahaan Amerika sampai ke tingkat pimpinan Asia-Pasifik. Lalu ketika menjabat dirut ASDP bisa membuat perusahaan angkutan ferry milik BUMN itu menjadi yang terbaik dalam sejarahnya. Baru sekali itu ASDP –yang sangat laki-laki– dipimpin seorang dirut perempuan.

Saya setuju dengan hasil penelitian Ira itu. Maka saya pun ingin menjadikan pendapat Ira tersebut sebagai topik utama peringatan Hari Kartini tahun ini: wanita Indonesia tidak boleh lagi ”menjatuhkan harga diri” lebih rendah dari harga pasar.

Saya pun minta kepada wisudawan lima i di UT tadi untuk mengubah cara berpikir. Saat itu juga. Saya juga minta padanyi segera menetapkan siapa rekan kerjanyi yang harus dikalahkannyi.

“Jangan langsung pilih pesaing dari level juara. Pilih dulu mereka yang di urutan terbaik kelima. Kalau sudah berhasil baru memilih pesaing yang baru dari level tiga terbaik. Dan seterusnya”.

“Bisa?” tanya saya kepadanyi.

“Bisa!” jawabnyi, mantap.

Dia wanita hebat. Saya ingin bisa bertemu dia lagi dua tahun mendatang. Tapi saya lupa namanyi. Juga tidak minta nomor kontaknyi.

Saya sendiri mempraktikkan prinsip itu di dunia nyata. Di forum di Batu itu misalnya, saya lihat ada wanita di deretan kursi depan. Muda. Cantik. Lima i. Wajahnyi menggambarkan sebagai wanita yang percaya diri. Namanyi: Ridha Heli Suyanto. Dia istri wakil wali kota Batu yang juga ketua Perwosi Kota Batu.

Ternyata Ridha memang lulusan S-2 teknik elektro Universitas Brawijaya Malang. S-1 nyi pun teknik elektro. Arus kuat.

Maka saya memutar otak: di level berapa kira-kira kemampuannyi. Saya yakin dia punya kemampuan di level delapan. Maka muncullah keinginan saya yang tiba-tiba: saya ingin tes dia. Di level berapa kenyataannya.

“Ini kan acara Hari Kartini. Terasa lucu kalau moderatornya laki-laki seperti saya. Maka saya mohon agar Bu wakil wali kota Batu,” kata saya sambil menunjuk dirinyi, “untuk naik panggung menjadi moderator menggantikan saya”.

Mulyani Hadiwijaya (Dea bakery), Ridha Heli Suyanto (istri wakil wali kota Batu), dan Ira Puspadewi di acara Kartini Talk Show Kartini Power Run di Batu, 12 April 2026.–

Saya pun turun dari panggung. Dari kursi deretan belakang peserta seminar, saya mengamati kemampuannyi dalam memimpin tanya jawab.

Benar: delapan.

Hidup Kartini masa kini! (Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 18 April 2026: Afifah Shahnameh

Achmad Faisol

kalau saya lihat di YT serta berita, perbedaan utama indonesia dan iran hanya satu: kesederhanaan pejabat… presiden, bahkan seorang ayatollah hidup sederhana…

Wilwa

@Taufik. Turkmenistan terkenal sebagai “Korut”nya Asia Tengah. Tulisan perjalanan Agustinus Wibowo di Turkmenistan sangat menarik mengenai buku yang diperlakukan setara dengan kitab “suci” di Turkmenistan. Ruhnama atau Book of Soul/Spirit ditulis Saparmurat Niyazov presiden Turkmenistan (1990-2006) berisi mengenai sejarah, agama dan budaya orang Turkmen menjadi bahan kurikulum wajib di sekolah dan ujian masuk Universitas. Untungnya setelah dia meninggal, buku Ruhnama ini secara berangsur tak lagi jadi bacaan wajib atau kurikulum di sekolah di Turkmenistan.

Taufik Hidayat

Membaca judul artikel abah kali ini Syahnameh yang. Merupakan judul buku Dari Persia koq awalnya saya salah ingat , Fikiran saya malah merujuk pada sebuah buku yang pernah dijadikan kitab suci di Türkmenistan. judulnya Ruhnama. penulisnya siapa lagi kalau bukan Saparmurat Niyazov, alias Turkmebashi, Bapak bangsa Türkmen dan presiden pertama Turkmenistan setelah negara itu merdeka ketika Uni Soviet pecah. Kalau penasaran tentang Ruhnama , bisa datang ke Ashgabat dan membelinya …

Irary Sadar

Dulu semasa SMP saya sangat senang meminjam buku di perpustakaan sekolah. Kebanyakan buku-buku karya penulis Pujangga Baru. Dari buku tulisan Sutan Takdir Alisyshbana, Soeman HS, Marah Rusli, Armin Pane, Sanusi Pane hingga Ali Akbar Navis. Salah dua buku yang -waktu itu- sangat terkesan bagi saya adalah : Robohnya Surau Kami karya A. A Navis dan Mencari Pencuri anak Perawan buah pena Soeman HS.

Otong Sutisna

Indonesia apakah kekurangan penulis sejarah, menurut saya tidak… penulis buku sudah kalah sama cerita atau berita online, yang kadang tak bisa di pertanggung jawab kan, anak2 sekarang lebih suka lihat referensi di kanal online dan AI, untuk mencari tahu atau mengerjakan tugas sekolah, daripada beli buku atau pinjam buku di perpustakaan…. itu termasuk saya, sudah males baca buku, lebih enak lewat online. zaman telah berubah, lebih nikmat yang instan, namun hasilnya pasti kurang memuaskan. cepat mendapatkan jadi cepat bosan.

Wilwa

Duh kena text limit. Lanjut. Perang nuklir mungkin akan memusnahkan semua 8 milyar lebih homo sapiens. Bukan lagi ke zaman batu tapi ke zaman ketika bumi ini hanya dipenuhi berpuluh ribu species serangga di darat dan hewan tak bertulang belakang di laut. Plus jutaan species bakteri dan virus. Dan perlu jutaan tahun lagi hingga terbentuk species “cerdas” lagi yang entah apa namanya kelak. Kita tidak tahu namanya karena kita homo sapiens telah punah menjadi sejarah yang terlupakan seperti sejarah dinosaurus. Tak ada yang mencatat apalagi membaca sejarah species bernama homo sapiens. Hmmm. Hari ini saya menulis satire mengenai species dimana saya tergolong di dalamnya. :):):). Semoga perang nuklir bisa dicegah. Homo sapiens tetap eksis. Dan saya masih bisa menulis untuk curhat di Disway! Tabik!

Wilwa

@MadaSuradi. Agama itu racun adalah opini Christopher Hitchens, salah satu dari 4 pelopor atheisme modern selain Richard Dawkins, Sam Harris dan Daniel Dennett. Saya pribadi bukan atheist karena atheist tidak percaya pada hidup setelah mati. Saya percaya pada kelahiran kembali walaupun itu sulit dibuktikan. Sama seperti kepercayaan Anda mengenai malaikat maut pencabut nyawa yang konon (konon lho ya) dipercayai Yahudi-Kristen-Islam yang juga sulit dibuktikan. Agama menurut opini saya pribadi adalah obat. Bagus dan bermanfaat bagi homo sapiens. Terutama agar homo sapiens bisa bermoral, berakhlak, atau beretika. Kalau gak bermanfaat gak mungkin masih bertahan sampai kini. Tapi masalahnya adalah bila obat itu overdosis maka obat itu menjadi racun. Agama yang membuat kita bermoral atau berakhlak itu hanya sarana agar kita berempati pada sesama homo sapiens yang menjadi tujuan akhirnya. Sekali lagi agama itu hanya sarana bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah empati. Kasih sayang, welas asih, cinta kasih, compassion, benevolence, ren 仁, rahman rahim, apapun istilahnya. Orang atheist, monotheist, politheist, animist, pemuja leluhur, apapun agama dan kepercayaannya bisa kok punya empati. Empati itu sudah ada dalam diri dan hati homo sapiens bahkan sebelum ribuan agama dan kepercayaan itu lahir. Agar homo sapiens survive. Ironisnya homo sapiens ketika makin banyak eh malah kehilangan empati dan saling bunuh. Karena kebencian dan keserakahan. Perang nuklir mungkin akan memusnahkan

Wilwa

Recommended untuk yang ingin mendalami sejarah dan filsafat Jawa: Pustaka Wedha Sasangka. Diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Terakhir youtube nya sudah #69 tanggal 5 Apr 2026. Berarti ini sudah 69 bulan dibahas karena “Master” Achmad Chodjim membahasnya dicicil yaitu sekali sebulan saking tebalnya naskah Jawa kuno yang entah berapa ratus atau ribu halaman. Simak: Pustaka Wedha Sasangka #69 | Jagat Tertata dan Tenteram III | Bab Terakhir Buku 4. 5 April 2026. KNK Channel. Pemirsanya hanya ribuan orang. Dan “Master” Achmad Chodjim menyatakan susah menerbitkan dalam bentuk buku belakangan ini khususnya buku keempat ini karena percetakan punya minimal orderan. Minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah. Dan makin lama makin rendah minat masyarakat membeli buku. Mungkin buku dianggap kebutuhan sekunder bahkan tersier. Memudarnya budaya dan filsafat Jawa sudah pada tahap memprihatinkan seperti endangered species saja layaknya.

Lagarenze 1301

Saya pernah disodori buku yang sangat tebal. Judulnya: I La Galigo. Terjemahan dalam bahasa Indonesia. I La Galigo diklaim sebagai karya sastra terpanjang di dunia. Lebih dari 300 ribu baris, setara 6.000 halaman folio. Dapat pengakuan UNESCO sebagai Memory of the World pada 2011. Apa isinya? Saya tentu saja tidak paham. Tapi, kata yang ahli, buku itu bercerita tentang asal usul manusia Bugis di Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Lewat To Manurung (orang yang turun dari langit). Buku itu juga membagi dunia dalam tiga dimensi: dunia atas, dunia tengah, dan dunia bawah. Selebihnya adalah kisah perjalanan tokoh utama, Sawe ri Gading, ke berbagai kerajaaan di nusantara. I La Galigo adalah cerita yang diceritakan turun temurun dalam tradisi lisan. Lalu, ditulis oleh Colliq Pujie, seorang bangsawan Bugis. Karya asli Colliq Pujie masih tersimpan di Universitas Leiden, Belanda. Buku itu sulit dipahami. Apalagi oleh generasi sekarang. Andai ada sastrawan yang bisa mem-bumi-kannya menjadi epos yang menarik dan gampang dicerna. Tentu bukan dalam bentuk buku tebal yang sangat berat. Atau dalam wujud pertunjukan teater saja. Tapi, menjadi karya digital, yang bisa dinikmati lewat Huawei Mate 80 Pro Max.

heru pujihastono

Beda Imam Bukhori dg narasi shahmane. Khidmat Imam Bukhari lahir setelah madzhab imam 4 ( Malik – Hanafi- Syafii- Hambali) eksis. Beliau imam Bukhari menempuh metodologi sendiri – dg mengedepankan sanad/ gen ilmu para periwayat hadist. Beliau TDK mengutak Atik apa yg ditempuh imam 4 yg sdh eksis. Toh mereka imam 4 SDH jujur dan benar. Ibarat : bapak-bapak silahkan jalan, saya merintis jalan baru- yg TDK berbeda dg bapak- bapak yg mendahuluiku. Selesai saling menghormati. Mengapa sahmane mengungkap kepahlawanan Persia dg tesis – arabisasi (Umar bin Khattab) buruk harus diganti persianisme? – Apakah nilai- nilai persianisme lebih agung ( dr Islam)? Disini muncul : tdk sebagaimana Bukhory: kesantunan madzhab. Akhirnya:: lu lewat Hormuz bayar gue!

heru pujihastono

Buku Al Imam Al Ghazali yg monimental : Ihya Ulumuddin , ditulis mengkounter : 1. Yg berlaku narasi hukum regim yg berkuasa.( Entah benar atau TDK) 2. Ilmu hanya utk berdebat/ membodohi. 3. Narasi yg beredar hanya utk membodohi orang awam. Apa itu ya beliau Al Ghazali mengeluarkan: nasihatul muluk. Agar yg berkuasa tdk melakukan pembusukan thd peradaban manusia.

Tiga Pelita Berlian

Duluuu.. saya punya Bos org Malaysia, bulan pertama stay di Indonesia (malang) beliau berburu novel2 kuno di pasar loak, tujuannya apa? Utk mengetahui kondisi sosial generasi2 sebelumnya dari masyarakat kita . Seklangkong

doni wj

Urusan menanamkan sesuatu selalu berhubungan dengan setidaknya 4 hal.. 1. Benih, dalam hal ini SDM mahasiswa yg menjalani penanaman ide nasionalisme itu. 2. Lahan, tempat benih ditanam. Lingkungan, sarana, dan pra sarana di fakultas/universitas 3. Iklim, suasana belajar mengajar, habbit membaca, hingga suasana diskusi yg timbul dari apa yg dibaca 4. Treatment. Tentu yg berhubungan langsung adalah dosen pengampu. Yg bertindak bagai petani memupuk, mencabut rumput atau gulma, dan menyirami. Dalam hal menanamkan nilai, ia bisa menjadi pemantik, pengarah narasi, pendorong diskusi, menchallenge pendapat, namun juga kalau perlu merapikan ide2 liar agar tidak kontraproduktif dengan tujuan penanaman. Janganlah sampai menanam padi tumbuh ilalang. Yg dikehendaki patriotisme, yg tumbuh separatisme atau pesimisme. Yg begini jelas harus dihindari

Wilwa

@Sadewa. Sriwijaya yang egaliter atau tanpa kasta itu bisa menjelaskan mengapa bahasa Melayu/Indonesia tak mengenal tingkatan bahasa Jawa halus (Yogya, Solo, dan sekitarnya) hingga bahasa Jawa kasar. Bahasa Jawa halus diturunkan dari bahasa Sansekerta sedangkan bahasa Jawa kasar adalah bahasa “asli” Jawa.

Sadewa 19

@Lae: Jika negara ini beneran mengikut “budaya arab” mungkin kita sudah semaju Dubai, atau Qatar atau Saudi. Di Arab, orang yg maling dipotong tangannya. Disini para maling diangkat jadi pemimpin.

Wilwa

Setuju. Saat ini budaya kita kearab-araban. Yang perlu dicatat adalah tidak semua “budaya” Arab jelek. Ada yang bagus dan ada yang jelek seperti budaya suku/bangsa lain yang pernah mampir ke Nusantara dan mewarnai “budaya” Nusantara yang beraneka ragam ini. Nusantara itu secara geografis adalah persimpangan dari berbagai rute pelayaran yang menghubungkan berbagai negara dan benua. Jadi wajar saja kalau budayanya beraneka ragam. Agama dan kepercayaannya pun beragam. Ada yang dari Arab/Iran/Timur Tengah, India, Barat/Eropa/Amerika, Tiongkok/Asia Timur selain yang lokal. Bagaimana menjaga kebhinnekaan ini dalam bingkai NKRI harus diakui memang sulit. Walaupun Pancasila sudah dirumuskan founding fathers. Tujuan utama menuju Indonesia emas/ makmur sejahtera seperti jauh panggang dari api terutama karena BUDAYA KORUPSI!

Achmad Faisol

pak mahfud md pernah bilang, “teori/buku di perpustakaan sudah habis dibahas dan diterapkan untuk negara ini…” apa yang kurang…? pelaksanaan… kasus penyiraman air keras, misalnya… wong ga kenal kok beralasan dendam pribadi… emang kenal…? kalau negara ini mau maju, contoh kecil ini harus diusut tuntas… tas… tas…

Achmad Faisol

imam bukhari mengaji ke sekitar 1.080 guru… apa dampaknya…? 1. wawasan luas… 2. bisa membandingkan pendapat… lha sekarang tidak… kalau sudah masuk ke sebuah kelompok, ga mau mengaji ke ustadz/kiai dari kelompok lain… apa dampaknya…? anda sudah tahu…

Vikagora Prayogi

@pak Wilwa Yg dibukukan hanya 7000 an, yg dihafal baru 600.000 Imam Ahmad beliau berdasarkan pengakuannya hafal 1 juta hadits yg shahih dan dhaif

Wilwa

@Vikara. 600.000? Benarkah sebanyak itu? Apakah tidak berlebihan? Coba kita asumsikan kita hanya punya waktu dikurangi tidur selama 16 jam sehari. Kali setahun 365 hari jadi 5840 jam. Anggaplah untuk sebuah hadist sah diperlukan sejam untuk mandi, shalat, istikharah. Hitungan saya diperlukan lebih dari 100 tahun untuk review 600.000 hadist itu. Masuk akalkah?

Vikagora Prayogi

Dari imam bukhari yang nama aslinya adalah Muhammad anak dari Ismail kita bisa belajar bagaimana pentingnya mengambil ilmu dari sumber yang benar, sumber utama ilmu itu adalah Tuhan di sampaikan ke utusannya, salah satunya yaitu Muhammad, bagaimana metode beliau menulis buku yang paling akurat di dunia setelah alqur’an; Imam Bukhari menghabiskan 16 tahun untuk menyusun kitab Shahih-nya, dengan sangat selektif hanya meriwayatkan hadis yang benar-benar sahih. Dari sekitar 600.000 hadis yang ia hafal, hanya sekitar 7.275 hadis (termasuk pengulangan) yang ia pilih untuk dimasukkan ke dalam kitabnya. Setiap hadis yang akan dimasukkan, ia wajib mandi, shalat dua rakaat, dan beristikharah terlebih dahulu. Ia menerapkan kriteria super ketat: rangkaian perawi harus bersambung, para perawi harus adil dan kuat hafalannya, serta tidak ada yang bertentangan dengan riwayat yang lebih kuat dan tidak memiliki cacat. Sebelum mencatat satu hadis, ia mensyaratkan perawi hadis tersebut harus pernah bertemu langsung dengan gurunya, sebagai bukti sanad bersambung. Sementara banyak penulis buku yang kurang selektif dalam menggali sumber informasi, sehingga bisa jadi informasi yang disampaikan salah. Salah satu contohnya itu agen mossad di tulisan abah kemarin akibatnya bikin perang. Setiap orang pasti dipengaruhi guru baik itu orang atau buku, jadi guru yang bagus akan membentuk seseorang menjadi bagus sebaliknya juga begitu

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Iran dipengaruhi budaya parsi, kalau saya budaya Jawa. Karakter yg dibentuk lingkungan Jawa,begitu meresap ke sanubari dan menyatu dengan hati. Gambarannya sangat elegan. Seperti apa? Budaya yg masuk ke hati saya, sperti sebuah permainan sepak bola antar pedusunan Jawa. Ketika pemain lawan bersusah payah menyerang dan membawa operan operan bola yg lincah, dan sampai di depan gawang maka sang kiper akan berkata dengan lembut, ” Mas Stiker, mangga bola nipun dipun mlebetaken kemawon supados dadi gol.” Tak diduga sang stiker yg asli Jawa menjawab dengan penuh lembut pula,’ inggih gampil, mangkeh kemawon mboten Napa Napa.” Sehingga pertandingan selalu berakhir seri atau draw. Tidak ada yg menang. Demikianlah, kami diajarkan untuk menghormati orang lain. Tapi ketika mendapatkan penghormatan harus tetap rendah hati.,memuliakan orang lain.

Wilwa

@DeniK. Dan suku Jawa pun sebenarnya heterogen dalam segala hal. Termasuk logat dan DNA. Yang terakhir ini tidak mengejutkan. Karena berbagai suku dan bangsa kawin mawin dengan “so-called” suku Jawa. Walaupun mungkin tetap haplogroup Y Chromosome O (Asia Tenggara & Tiongkok Selatan) yang dominan. Tapi haplogroup Y Chromosome J (Arab), R (Eropa, India, Persia), D (Mongolia) dll haplogroup Y Chromosome tetap eksis walau minoritas. Menurut wikipedia.

DeniK

Kalau disini terlalu banyak suku . Jadi mau kembali ke masa kejayaan yang mana ? Kalau Nusantara sudah terbentuk di bawah alam sadar identik dengan suku jawa . Sampai ada istilah jawanisasi

Juve Zhang

Iran dalam 2700 tahun sudah perang 1270 kali sama bangsa asing…. membuktikan mereka bangsa kuat… Amerika salah pilih lawan…

Irary Sadar

Ternyata di Iran ada universitas khusus perempuan dengan mata kuliah diantaranya Fisika dan Tekhnik. Jadi ada video yang meliput bahwa wanita Iran sedang merakit Drone dan Rudal di dalam pabrik itu bisa jadi benar adanya. Emezing…

Wilwa

@AchmadFaisol. Yang menarik adalah di abad 12 semasa Abbasiyah, Mekkah dan Madinah tidak ada dalam catatan traveler Benjamin of Tudela (1130-1175) dari Spanyol. Benjamin ini sekitar seabad sebelum Marcopolo. Dan bukunya mengenai geografi sangat terkenal saat itu. Yang menarik terkait Abbasiyah saat itu adalah Baghdad menjadi tujuan untuk “naik haji”. Bukan Mekkah atau Madinah. Bahkan Mekkah atau Madinah tak ada dalam peta yang dibuat Benjamin. Ini menguatkan asumsi bahwa tujuan naik haji pindah ke Mekkah setelah chaos akibat serangan Mongolia yang meruntuhkan Abbasiyah. Dan makin menguatkan asumsi bahwa MHMD kalaupun pernah ada tidak bermukim di Mekkah atau Madinah tapi kemungkinan di Petra. Dan itu bisa menjawab mengapa hadist-hadist Bukhari itu tidak ditulis di gurun di Mekkah atau Madinah tapi nun jauh di pegunungan “Iran” yaitu di Bukhara (di Uzbekistan masa kini) yang menjadi wilayah kekuasaan Abbasiyah. Tak ada ritual naik haji ke “so-called” Mekkah atau Madinah masa kini. Karena untuk ke Mekkah kalaupun sudah ada saat itu harus melintasi gurun yang sangat ganas yang sangat sulit ditempuh. Itu yang ada dalam catatan perjalanan Benjamin of Tudela. Tak ada yang naik haji ke Mekkah tapi ke Baghdad. Dan buku ini memicu banyak pertanyaan yang sulit dijawab sejarawan Muslim mengenai validitas Sirah Nabawiyah ataupun Hadist. Karena sejarah dalam dua kitab ini tak dapat dikonfirmasi dari sumber-sumber di luar Abbasiyah itu sendiri.

Achmad Faisol

apa kelebihan shahih bukhari…? imam bukhari memilih perawi dengan status terbaik… imam al-humaidi abdullah bin az-zubair adalah murid terbaik imam sufyan (sufyan bin ‘uyainah)… imam sufyan bin ‘uyainah adalah ulama terbaik hadits di makkah pada masanya… begitu seterusnya…

Achmad Faisol

@wilwa dihitung 1 hadits itu meliputi sanad (perawi/orang) dan matan (isi)… beda salah satu saja dihitung hadits lagi… misal, sabda Nabi berisi, “abc…” yang meriwayatkan 2 sahabat: A dan B… A punya 2 murid: A1 dan A2… B punya 2 murid: B1 dan B2… nah, ada berapa hadits…? A1 – A – Nabi. A2 – A – Nabi. B1 – B – Nabi. B2 – B – Nabi. dihitung 4 hadits… kalau A1 punya 10 murid, maka yang asalnya 1 hadits dihitung menjadi 10 hadits (jalur A1)… sekarang jadi 13 hadits… saat mengaji, guru sudah menyampaikan status hadits… murid mencatat dan memverifikasi lagi… imam bukhari pernah berkata tentang status hadits, “aku hafal 100.000 hadits shahih dan 200.000 hadits tidak shahih…” di sini terjadi perdebatan, 600ribu atau 300 ribu… ada yang mengkompromikan: 600ribu yang dipelajari, 300ribu yang diketahui status hadits… wallaahu a’lam… imam bukhari itu sekali guru membaca hadits, beliau langsung hafal… IQ tinggi sekali… masuk akal, kah…? di film ainun da habibie, pak habibie dites oleh senior saat di jerman… para senior pesan menu, pak habibie disuruh menghafal dalam sekali ucap… teman pak habibie menulisnya… setelah para senior mengucapkan semua pesan, pak habibie diminta mengulangi lagi… dan, tepat…

Sadewa 19

Salah satu nasihat Al Gazali dalam kitabnya Nashihatul Mulk yg menarik, seorang Raja harus bisa mengontrol emosinya dan menghindari sifat angkuh. Para Raja sering terjebak sifat jumawa, kemana mana dilayani, tidak kena macet saat dijalan, bisa merayakan ulang tahun staff kesayangan di hotel mewah dan sebagainya. Al Gazali menasihati agar pemimpin senantiasa rendah hati, tepo seliro, mengerti kondisi rakyatnya, tidak cepat emosi, dan yg terpenting memastikan rakyatnya sejahtera sebelum dirinya dan staff kerajaannya.

daeng romli

Benar @Pak Tani….. Selamat menikmati “Tarif Hidup” bukan “Taraf Hidup” hehehehehe

pak tani

anda sudah tahu. hari ini bbm kelas atas naik harga semua. pertamax turbo, dexlite, pertamina dex.loncat harganya. hanya pertamax dan pertalite yang dipertahankan harganya. Sebetulnya untuk kenaikan dexlite sudah bisa diprediksi dari bulan lalu, karena harga solar industri sudah bergejolak waktu itu. prediksi ekonomi akan semakin berat di bulan juni juli. karena ketahanan perusahaan akan muncul bbrp bulan sesudah kenaikan harga2. yang tidak kuat akan bertumbangan. lalu, beruntungkah pemilik mobil listrik? tetap waspada. karena pajak moblis sedang ‘diincar’ untuk dinaikan. mungkin tarif listrik juga bisa menyusul naik. dunia memang sedang tidak baik-baik saja kita sudah ditampar kenyataan, harus mandiri sebagai individu maupun negara,

Nimas Mumtazah

Kedua novel ini saya bawa ke madrasah. Untuk mereka baca. Biasanya anak² membawanya ke asrama. Pertemuan berikutnya kami berbagi cerita. Benar kata komentator di bawah sana lewat tulisan, kyai Hasyim Muzadi. Mauidhah hasanah guampang. Yang sulit Uswah Hasanah. Karena langsung menjadi model bagi bagi anak².

Nimas Mumtazah

Tadarus disway.. Makin hari, semakin betah berlama² di sini. Afifah Shahnameh, perlu taqrir melafadzkan nama di belakang Afifah. Yang ternyata nama Buku. Pagi ini usai mendaras CHDI, lanjut menghatamkan novel Sibel Eraslan, Fatimah Az Zahra, kerinduan dari Karbala. Saya membaca novel ini, sambil membayangkan kecantikan dan kelembutan, sosok wanita yang di janjikan surga. Putri Kesayangan Rasululullah. Sebelum Novel ini penulis kelahiran Turkiye ini menerbitkan Khadijah, ketika rahasia Mim Tersingkap. Mengisahkan perjalanan hidup dan cinta agung Siti Khadijah. Ummul mukminin pertama, Ibunda Fatimah Az Zahra.

Akem SNJ

Abah, untuk terjemah buku Shahnameh karya Abolqasem Ferdowsi, dari pencarian, setidaknya ada dua versi terjemah yang mudah diakses dan “gratis”, tanpa harus login atau daftar. Yang pertama dengan judul “The Persian Book of Kings”, diterjemahkan oleh Dick Davis. Bisa didownload di: https://archive.org/details/shahnamehpersian0000fird_i6k6/page/n5/mode/1up Yang kedua dengan judul “The Epic of Kings or Shanameh”, diterjemahkan oleh Helen Zimmern. Bisa didownload di: https://sufi.ir/books/download/farsi/ferdowsi/shahnameh-eng.pdf Link pertama bisa langsung dibaca di web. Link kedua lebih praktis. Begitu diklik langsung download pdf. Semoga bermanfaat.. ????

Bahtiar HS

Rasanya sudah sangat lama tidak baca buku hingga habis. Seperti dulu. Sekarang di era serbainstan ini, baca buku modelnya comot2. Comot sana. Comot sini. Membaca yg diperlukan saja. Apalagi sekarang ada bantuan AI, tinggal setup Prompt, biarkan AI comot sana-sini dan membuat summary. Bahkan kesimpulan. Kita tinggal menelan, tak perlu mengunyah lg. Abah bilang Shahnameh lengkap setebal 1000 halaman. Ini mengingatkan rekor baca buku saya yg belum saya pecahkan lagi hingga kini. Saya pernah baca buku 1000 halaman dalam 3 hari. Pada waktu sibuk2nya: pas manten anyar. Sebuah novel berjudul “The Doctors” (versi awal terjemahan tahun 2000an) karya Erich Segal, penulis yg prof studi klasik Amerika itu. Tentu sy sdh baca best sellernya: Love Story. Hingga kini blm bs baca setahan itu lagi. Mungkin krn motifnya gak sekuat waktu itu: show of force kecepatan baca di hadapannyi spy dia kesengsem. Klasik dan nggombal banget, ya? Wkwkwk. Tp ada momen paling memalukan soal perbukuan ini. Wakti itu, pas PDKT, saya bawakan dia sebuah buku apik. Multiple Intelligence (Howard Gardner) kalau tdk salah. Saya serahkan padanyi sbg hadiah. Dg memberikan sedikit kecap: isinya begini, bagus banget deh utk panduan pendidikan anak2, bla-bla-bla. Saya lirik, ia hanya tersenyum2 saja. Setelah sy selesai membual, ia berkata, “Aku sudah baca buku itu. Tamat!” Oh, my God! Saya bingung mau letakkan muka di mana waktu itu. Tp untunglah ia tetap mau nerima saya. Wkwkwk (semoga beliau nggak baca komen ini).

Leong Putu

Buku tafsir mimpi rasanya buku yang sangat fenomenal di jamannya.

HONDA CBR150R

Indonesia malahan lama2 hilang jadi dirinya, semuanya budaya asing diimpor dan dilestarikan, tidak ada upaya yang berkesinambungan untuk melestarikan budaya asli nenek moyang Indonesia. Tidak ada kebanggaan sebagai negara yang dulunya dikuasai kerajaan besar seperti Majapahit dan Sriwijaya.

Juve Zhang

PM Spanyol Sanchez ke Tiongkok kemarin rupanya jelas merayu bos Mobil Chang An agar buka pabrik di Spanyol….jelas tujuannya menarik FDI bagi spanyol….sangat agresif….supaya rakyat Spanyol dapat Gajian dari Chang An merk yang disini kurang dikenal….BYD Wuling….Jaeco…sudah dikenal….tapi Tiongkok banyak raksasa pabrik mobil….Chang An salah satunya….jelas Sanchez sedang misi dagang misi menarik inpestor….sebuah kerja Pimpinan negara yg bagus….bukan ngejar ngejar Elon Musk ke pusat peluncuran roket nya yg berbuah nihil….itu zaman sultan kurang pinter cari peluang inpestor ingatkan Terry Guo ingin bangun pabrik iPhone disini malah di tolak sang lurah dulu….lah yg mau inpestasi ditolak yg gak mau dikejar ke Texas….koplak level 4

Komentator Spesialis

Re-Parsiaiaisasi… angelmen rek !

Komentator Spesialis

Dengan memeluk agama Islam, sebenarnya eksistensi Persia terus berlanjut. Kenapa ? Adalah Hussain bin Ali, cucu Rosulullah Muhammad SAW. Istri beliau adalah Syahrbanu, putri kaisar Sasaniyah. Dari sinilah aliran Syiah itu muncul. Dan itulah alasan orang orang Syiah, yang notabene muncul di Persia, hanya mengakui Hussain, tetapi tidak mengakui para sahabar Nabi lainnya. Ini benang merah yang dapat kita tarik, kenapa bangsa Parsia, yang menjadi negara Iran di hari ini, terus eksis sampai sekarang.

Er Gham 2

Jangan rendah diri. Ini bangsa unggul juga. Dikenal seantero dunia. Pokoknya hebatlah dalam pat gulipat keuangan. Masif, terstruktur, sistematis. Sayangnya belum dituangkan dalam sebuah buku saja.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

SHAHNAMEH, DRONE, DAN NASIONALISME YANG TIDAK PERNAH MATI Buku tua. Puisi pula. Ditulis seribu tahun lalu oleh Firdawsi. Tapi efeknya? Masih terasa sampai bunyi drone hari ini di Iran. Di sini menariknya. Nasionalisme ternyata tidak selalu lahir dari pidato politik. Kadang justru dari sastra. Dari cerita. Dari mitos yang diulang-ulang sampai masuk ke tulang. Tokoh seperti Arash bukan sekadar legenda. Ia berubah jadi “branding”. Dulu panah. Sekarang rudal. Dulu gunung. Sekarang satelit. Kita jadi berpikir. Indonesia punya banyak “Shahnameh kecil”. Tapi sering tercecer. Tidak dikurasi. Tidak dinarasikan ulang. Akhirnya kalah oleh konten 30 detik. Afifah Ahmad jadi menarik. Ia seperti jembatan. Antara teks kuno dan realitas hari ini. Antara Persia lama dan dunia modern. Pelajarannya sederhana. Bangsa besar bukan cuma kuat ekonomi. Tapi kuat cerita. Kalau cerita hilang, identitas ikut kabur. Kalau identitas kabur, ya tinggal nunggu saja… di-branding negara lain. Tanpa royalti. Tanpa izin. Bahkan tanpa sadar.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

ISI BUKU SHAHNAMEH.. Ditulis oleh Firdawsi. Seorang penyair istana. Bukan jenderal. Bukan raja. Tapi justru dia yang “menciptakan” raja-raja dalam ingatan kolektif Persia. Selesai sekitar tahun 1000 M. Bukan buku biasa. Ini epos. Panjangnya sekitar 50.000 kuplet. Kalau dicetak, bisa bikin rak buku menyerah duluan. Isinya? Sejarah bercampur mitos. Dari penciptaan dunia sampai runtuhnya dinasti. Tapi yang paling menggigit adalah kisah Rostam. Pahlawan super sebelum Marvel lahir. Kuat, gagah, tapi tragis. Ia tanpa sadar membunuh anaknya sendiri, Sohrab. Di situ dada pembaca ikut remuk. Kepahlawanan ternyata tidak selalu berakhir tepuk tangan. Ada juga Arash. Memanah sejauh batas negeri. Sekali lepas, langsung jadi simbol pengorbanan total. Satu anak panah, satu identitas bangsa. Shahnameh bukan sekadar cerita. Ia seperti “software” yang di-install ke jiwa bangsa Iran. Versinya sudah ribuan tahun. Tapi update-nya tidak pernah berhenti.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

ROSTAM: PAHLAWAN YANG MEMBUNUH ANAKNYA SENDIRI Nama Rostam besar sekali. Ototnya seperti legenda. Keberaniannya seperti tidak punya rem. Ia ksatria utama dalam Shahnameh karya Firdawsi. Tapi justru kisah terbesarnya bukan soal menang perang. Melainkan kalah oleh takdir. Suatu malam, Rostam singgah di negeri asing. Ia bertemu seorang putri. Singkat cerita, lahirlah anak: Sohrab. Tapi Rostam pergi. Tanpa tahu wajah anaknya kelak. Tahun berlalu. Sohrab tumbuh jadi petarung hebat. Sama kuat. Sama keras. Ia mencari ayahnya. Takdir punya selera humor yang gelap. Mereka bertemu di medan perang. Tidak saling kenal. Dua singa bertarung. Debu naik. Pedang beradu. Rostam akhirnya menang. Sohrab roboh. Di detik terakhir, identitas terbuka. Terlambat. Sunyi mendadak mahal. Pahlawan terbesar itu runtuh. Bukan oleh musuh. Tapi oleh kebenaran. Di sini Shahnameh terasa kejam sekaligus jujur. Bahwa kemenangan tidak selalu mulia. Kadang hanya menyisakan penyesalan. Dan sejarah, diam-diam, mencatatnya tanpa empati.

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

KISAH ARASH.. Di masa genting, negeri Persia hampir habis. Perang panjang. Batas wilayah kabur. Lalu muncul sayembara: siapa bisa menentukan batas dengan satu anak panah. Muncullah Arash. Bukan raja. Bukan bangsawan. Hanya pemanah. Tapi tekadnya setinggi gunung. Ia naik ke puncak. Konon dari Damavand. Angin dingin. Nafas berat. Ia tahu satu hal: panah ini bukan sekadar besi dan kayu. Ini hidupnya sendiri. Ia menarik busur. Seluruh tenaga. Seluruh jiwa. Dilepas. Panah melesat. Jauh. Sangat jauh. Menembus lembah, sungai, dan waktu. Jatuh di titik yang menentukan batas baru Persia. Negeri selamat. Tapi Arash tidak. Tubuhnya hancur. Energinya habis bersama panah itu. Ia “menjadi” panahnya sendiri. Satu tembakan. Satu pengorbanan total. Cerita ini sederhana. Tapi menggigit. Kadang negara berdiri bukan oleh banyak orang. Cukup satu orang. Yang rela habis. Tanpa sempat menikmati hasilnya. Ironis. Tapi justru di situ letak heroismenya.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Afifah Shahnameh

Saya belum pernah membaca buku terkenal ini: Shahnameh. Saya ingin membacanya tapi sulit...

Catatan Dahlan Iskan

Yossi Cohen

Oleh: Dahlan Iskan Intel bisa salah. Pun ”jendralnya” intel: Yossi Cohen. Korbannya...

Catatan Dahlan Iskan

Tulung Agung

Ia jadi bupati karena bupati sebelumnya ditangkap disway.id/listtag/2264/kpk”>KPK. Kini setelah jadi bupati,...

Catatan Dahlan Iskan

Bertahan Menyerang

Ayolah ramai-ramai memuji Presiden Donald Trump –saya tidak keberatan melakukannya asal dunia...