finnews.id – Pasar keuangan dunia tengah berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Setelah sempat gemetar akibat kegagalan perundingan damai di Islamabad, angin segar diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran kini mulai meniupkan harapan baru. Namun, jangan senang dulu! Investor kakap global ternyata masih memasang kuda-kuda waspada dan enggan gegabah menggeser aset mereka.

Ashmore mencatat dinamika geopolitik ini menjadi penentu utama detak jantung pasar sepekan terakhir. Meskipun volatilitas mulai melandai, situasi tetap dianggap rapuh. Pertanyaannya, apakah ini saat yang tepat untuk masuk ke aset berisiko, atau justru saatnya memperketat sabuk pengaman finansial Anda?

Geopolitik Hormuz: Nafas Lega di Tengah Gencatan Senjata

Kabar paling panas pekan ini datang dari Selat Hormuz. Jalur nadi energi global ini kabarnya akan kembali dibuka selama masa gencatan senjata di Lebanon yang dijadwalkan berlangsung hingga 26 April mendatang. Pembukaan jalur ini menjadi krusial karena selama beberapa dekade, konflik di kawasan ini selalu menjadi momok bagi pasokan energi dunia.

Langkah diplomasi aktif antara Iran dan AS dipandang sebagai sinyal positif yang berbeda dari pola konflik tahun-tahun sebelumnya. “Pasar menantikan perkembangan konkret sebelum berakhirnya gencatan senjata 10 hari ini atau adanya perpanjangan waktu tambahan,” tulis Ashmore dalam laporannya, Sabtu (18/4/2026).

Jika kapal-kapal tanker bisa melintas dengan aman dan pasokan energi global kembali lancar, selera investor terhadap aset berisiko diprediksi akan meledak. Namun, selama bukti nyata perbaikan itu belum terlihat, para manajer investasi dunia masih memilih untuk menahan diri.

IHSG Menguat Tipis, Tapi Asing Kabur USD 104 Juta

Di panggung domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup pekan ketiga April dengan kenaikan tipis 0,17% ke level 7.634. Angka ini sejatinya lebih baik dibandingkan penutupan pekan lalu di posisi 7.458. Meski IHSG menghijau, data menunjukkan pemodal asing justru mencatatkan net sell alias arus modal keluar senilai USD 104 juta dalam sepekan terakhir.