Home Market Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan
Market

Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan

Bagikan
Bursa Pagi 27 April 2026 dibayangi Hormuz memanas, minyak di atas US$100, rebalancing indeks dan tekanan saham big cap di BEI.
Ilustrasi - Pasar Modal (Pexels - Rômulo Queiroz)
Bagikan

finnews.id – Pasar keuangan memasuki pekan baru dengan tekanan yang tidak ringan. Bursa Pagi 27 April 2026 dibuka dengan kombinasi sentimen global dan domestik yang membuat investor siaga. Dari gagalnya negosiasi damai Amerika Serikat-Iran, penutupan Selat Hormuz, lonjakan harga minyak di atas US$100 per barel, hingga tekanan pada saham big caps di Bursa Efek Indonesia, semuanya membentuk lanskap perdagangan yang jauh dari tenang.

Di tengah situasi itu, pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada dua isu utama: risiko geopolitik yang memukul sentimen global dan tekanan domestik akibat rebalancing indeks yang memicu potensi sell-off lanjutan.

Wall Street Futures Melemah, Pasar Cermati Efek Gagal Damai AS-Iran

Kontrak berjangka saham Amerika Serikat dibuka turun setelah indeks S&P 500 sebelumnya sempat menguat 0,8 persen di akhir pekan lalu. Koreksi ini muncul setelah perundingan damai AS-Iran kembali menemui jalan buntu.

Sentimen makin berat setelah Presiden Donald Trump membatalkan kunjungan delegasi ke Pakistan, sementara Teheran menegaskan tidak akan membuka negosiasi selama ancaman masih ada.

Ketegangan juga merembet ke Lebanon. Serangan Israel ke kelompok Hezbollah memperpanjang ketidakpastian kawasan dan memperbesar risiko terhadap jalur distribusi energi global.

Fokus pasar langsung tertuju ke Selat Hormuz. Penutupan jalur vital ini membuat kekhawatiran pasokan energi melonjak dan mendorong harga minyak kembali menembus level psikologis.

Minyak Tembus US$100, Dolar Menguat, Inflasi Jadi Ancaman Baru

Harga minyak Brent kembali bergerak di atas US$100 per barel. Lonjakan ini memperbesar risiko inflasi global dan langsung mengubah ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga.

Di saat yang sama, indeks dolar AS atau DXY mendekati level 99, menandakan investor mulai bergerak ke aset defensif.

Menariknya, emas justru melemah 0,7 persen dan melanjutkan penurunan 2,5 persen pekan lalu. Pasar tampaknya mulai menghitung bahwa lonjakan energi dapat menunda ruang pemangkasan suku bunga global.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Update Harga Pangan Nasional 27 April: Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Tinggi

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan fluktuasi harga...

Market

Garuda Indonesia Online Travel Fair 2026 Hadir, Ini Daftar Harga Tiket Murahnya !!

finnews.id – Maskapai Garuda Indonesia menggelar program andalannya, secara resmi membuka Garuda...

IHSG oversold usai anjlok 6,61%. IPOT bongkar 4 rekomendasi saham dan ETF yang dinilai berpeluang rebound di tengah volatilitas.
Market

IHSG Oversold, Jangan Panik! IPOT Bongkar 4 Saham dan ETF yang Dinilai Siap Rebound

finnews.id – Tekanan besar yang menghantam pasar saham Indonesia pekan lalu memicu...

Market

Leapmotor C10, SUV Listrik Keluarga Canggih dengan Jarak Tempuh 477 Km

finnews.id – PT Indomobil National Distributor berencana menghadirkan SUV listrik ukuran menengah, Leapmotor...