Home Market Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual
Market

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual

Bagikan
Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Ilustrasi - Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Bagikan

finnews.id – Perdagangan penutup pekan menghadirkan tekanan besar di pasar modal domestik. Dalam Ringkasan Bursa 24 April 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terperosok 249 poin atau 3,38% ke level 7.129. Koreksi tajam ini menandai sesi penuh tekanan setelah indeks sempat bergerak di level tertinggi 7.383 sebelum tergelincir ke posisi terendah 7.115.

Tekanan ini bukan sekadar koreksi biasa. Arus jual asing yang mencapai Rp2 triliun memperlihatkan sentimen risk-off cukup dominan. Investor asing keluar dari saham-saham perbankan jumbo, sementara tekanan di saham energi dan sejumlah emiten berbasis komoditas memperdalam pelemahan indeks.

Meski demikian, di tengah aksi jual besar, beberapa saham masih mencuri perhatian lewat penguatan terbatas. Kondisi ini menunjukkan pasar belum sepenuhnya kehilangan peluang, hanya bergerak sangat selektif.

IHSG Terpukul, Nilai Transaksi Tembus Rp24,4 Triliun

Aktivitas perdagangan justru sangat ramai saat pasar terkoreksi dalam. Total nilai transaksi mencapai Rp24,4 triliun, terdiri dari pasar reguler Rp20,5 triliun dan pasar negosiasi Rp3,9 triliun.

Besarnya nilai transaksi saat indeks jatuh menandakan aksi distribusi cukup agresif. Ketika volume membesar di tengah koreksi tajam, pasar biasanya membaca itu sebagai sinyal tekanan yang serius.

Tekanan ini juga memperlihatkan investor cenderung mengamankan posisi menjelang ketidakpastian baru di pasar.

Top Gainers Bertahan, Tapi Kenaikannya Terbatas

Di tengah derasnya tekanan jual, sejumlah saham dalam indeks KOMPAS100 masih mampu bertahan di zona hijau.

Top 5 Gainers KOMPAS100

ESSA memimpin penguatan dengan kenaikan 2,16%.

ADMR menyusul naik 1,90%.

HEAL menguat 0,84%.

ISAT naik 0,77%.

ANTM menutup daftar penguat dengan kenaikan 0,75%.

Meski ada saham yang bertahan positif, kenaikannya terlihat terbatas. Hal ini memperlihatkan kekuatan beli belum cukup dominan untuk mengimbangi tekanan pasar secara keseluruhan.

Saham-Saham Ini Tersungkur, Koreksinya Bikin Pasar Kaget

Di sisi lain, daftar top losers menunjukkan tekanan yang jauh lebih dalam.

Top 5 Losers KOMPAS100

BUVA anjlok 11,81% dan menjadi saham dengan koreksi terdalam.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

finnews.id – Pemerintah resmi membatasi pembelian beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga...

Market

Ini Dampak Penerapan Strategi DMO Minyak Goreng pada Harga di Pasaran

finnews.id – Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang diterapkan pemerintah terbukti mulai...

AMRT dan MAPI diproyeksi solid pada kuartal I-2026, sementara ACES berisiko di bawah ekspektasi. Harga minyak jadi ancaman baru sektor ritel.
Market

Saham Ritel Berpotensi Bergerak, Kinerja AMRT dan MAPI Diprediksi Solid, ACES Justru di Bawah Ekspektasi

finnews.id – Sektor ritel konsumsi non-primer mulai memunculkan sinyal menarik pada kuartal...

Rupiah masih tertekan dekat rekor terendah, sementara IHSG ambruk 5,5% sepekan saat mayoritas pasar Asia emerging market melemah.
Market

Rupiah Tertahan di Zona Rentan, IHSG Ambruk 5,5 Persen Sepekan saat Pasar Asia Emerging Market Tertekan

finnews.id – Tekanan di pasar keuangan Asia kembali memanas. Mayoritas mata uang...