Home Market Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual
Market

Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG Ambruk 3,38 Persen, Asing Kabur Rp2 Triliun, Saham Big Caps Dihantam Aksi Jual

Bagikan
Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Ilustrasi - Ringkasan Bursa 24 April 2026: IHSG jatuh 3,38%, asing net sell Rp2 triliun, BBCA hingga BMRI ditekan jual besar.
Bagikan

DSSA turun 10,22%.

FILM merosot 10,04%.

PTRO melemah 9,31%.

ENRG turun 9,09%.

Koreksi tajam sejumlah saham ini ikut mempertegas tekanan besar pada sektor tertentu, terutama emiten yang sensitif terhadap sentimen risiko dan pergerakan dana asing.

Asing Net Sell Rp2 Triliun, Big Banks Jadi Korban Utama

Salah satu sorotan terbesar dalam Ringkasan Bursa 24 April 2026 datang dari arus modal asing.

Investor asing mencatat jual bersih Rp2 triliun di seluruh pasar. Nilai ini memberi sinyal kehati-hatian yang meningkat, terutama terhadap aset-aset berkapitalisasi besar.

5 Saham Paling Banyak Dijual Asing

BBCA menjadi sasaran jual terbesar dengan net sell Rp2,1 triliun.

BMRI mencatat net sell Rp618,9 miliar.

BBRI dilepas asing Rp447,3 miliar.

IMPC mencatat net sell Rp106,8 miliar.

TLKM ikut ditekan dengan jual bersih Rp92 miliar.

Fakta bahwa saham perbankan besar mendominasi daftar net sell memperlihatkan tekanan terhadap indeks datang dari saham-saham penopang utama.

Ketika big caps terkena distribusi, dampaknya hampir selalu signifikan terhadap arah IHSG.

Meski Asing Kabur, Ada Saham yang Justru Diborong

Menariknya, arus dana asing tidak sepenuhnya keluar dari pasar. Sejumlah saham justru mencatat akumulasi beli cukup besar.

5 Saham Paling Banyak Dibeli Asing

SRTG memimpin dengan net buy Rp814,6 miliar.

EMAS diborong Rp277,4 miliar.

BBNI mencatat beli bersih Rp77,8 miliar.

BULL masuk daftar dengan Rp73,2 miliar.

INCO mencatat net buy Rp71,6 miliar.

Arus masuk di saham-saham ini memperlihatkan investor asing masih melakukan rotasi, bukan keluar total dari pasar.

Artinya, tekanan pasar lebih banyak dipicu realokasi portofolio ketimbang panic selling menyeluruh.

Apa Arti Ringkasan Bursa 24 April 2026 bagi Investor?

Data perdagangan hari ini menunjukkan tiga sinyal utama.

Pertama, tekanan pada IHSG sangat dipengaruhi aksi jual asing di saham perbankan besar.

Kedua, rotasi sektor masih berjalan, terlihat dari adanya net buy pada beberapa saham tertentu.

Ketiga, volatilitas pasar meningkat, sehingga selektivitas menjadi faktor utama dalam membaca peluang.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Pemerintah Batasi Pembelian Beras SPHP, Maksimal 25 Kg per Orang untuk Cegah Penimbunan

Dengan adanya pembatasan, diharapkan beras bersubsidi dapat dinikmati lebih merata oleh masyarakat,...

Market

Ini Dampak Penerapan Strategi DMO Minyak Goreng pada Harga di Pasaran

Lonjakan harga plastik menjadi tantangan baru bagi stabilitas harga minyak goreng, termasuk...

AMRT dan MAPI diproyeksi solid pada kuartal I-2026, sementara ACES berisiko di bawah ekspektasi. Harga minyak jadi ancaman baru sektor ritel.
Market

Saham Ritel Berpotensi Bergerak, Kinerja AMRT dan MAPI Diprediksi Solid, ACES Justru di Bawah Ekspektasi

Tekanan itu makin terasa karena belum ada kenaikan harga sebelumnya. Baru pada...

Rupiah masih tertekan dekat rekor terendah, sementara IHSG ambruk 5,5% sepekan saat mayoritas pasar Asia emerging market melemah.
Market

Rupiah Tertahan di Zona Rentan, IHSG Ambruk 5,5 Persen Sepekan saat Pasar Asia Emerging Market Tertekan

Galvin Chia dari Societe Generale menilai mata uang negara yang sangat bergantung...