finnews.id – Panggung Piala Dunia 2026 siap menggelar salah satu duel paling dinanti di Grup C antara Brasil vs Maroko di Stadion New Jersey, Minggu, 14 Juni 2026, pukul 05.00 WIB.
Pemegang lima gelar juara dunia, Brasil, akan memulai langkah mereka dengan meladeni kekuatan raksasa Afrika, Maroko di panggung Piala Dunia 2026.
Tim Samba mengusung misi penebusan dosa setelah terhenti di perempat final empat tahun lalu di Qatar.
Di sisi lain, Maroko datang dengan tantangan besar untuk mengulang, atau bahkan melebihi, keajaiban mereka saat menembus semifinal pada edisi sebelumnya.
Era Baru Selecao Bersama Carlo Ancelotti
Sejarah baru tercipta saat Federasi Sepak Bola Brasil menunjuk Carlo Ancelotti sebagai pelatih asing pertama mereka.
Juru taktik asal Italia berusia 67 tahun ini siap membawa segudang pengalaman dan deretan trofi tingkat klub yang diraihnya selama tiga dekade ke level internasional.
Meskipun Brasil adalah negara paling sukses dalam sejarah Piala Dunia dengan rekor pertandingan dan gelar terbanyak, mereka sudah tidak lagi mengangkat trofi emas tersebut sejak 2002.
Puasa gelar selama 24 tahun ini menyamai catatan kelam mereka antara tahun 1970 hingga 1994, yang uniknya, berhasil diakhiri di tanah Amerika Serikat.
Perjalanan Brasil menuju turnamen dengan format baru 48 tim ini tidaklah mulus. Mereka finis di peringkat kelima kualifikasi zona Conmebol setelah mencatat delapan kemenangan, empat kali imbang, dan enam kekalahan.
Meski sempat kalah mengejutkan dari Bolivia serta takluk dari Jepang dan Prancis di laga uji coba, pasukan Ancelotti berhasil bangkit dengan menyapu bersih tiga laga terakhir melawan Kroasia, Panama, dan Mesir lewat agregat gol 11-4.
Ketangguhan Singa Atlas yang Kehilangan Nakhoda
Maroko tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Berada di peringkat ketujuh dunia, tim beralias Singa Atlas ini berkembang menjadi kekuatan menakutkan dengan mengemas 33 kemenangan dan hanya dua kali kalah dari 45 laga sejak awal 2023.
Sayangnya, persiapan mereka sedikit terganggu. Walid Regragui, pelatih yang membawa Maroko terbang tinggi dan menjuarai Piala Afrika tahun ini, mendadak mundur kurang dari 100 hari sebelum turnamen dimulai.