Home Market IHSG Oversold, Jangan Panik! IPOT Bongkar 4 Saham dan ETF yang Dinilai Siap Rebound
Market

IHSG Oversold, Jangan Panik! IPOT Bongkar 4 Saham dan ETF yang Dinilai Siap Rebound

Bagikan
IHSG oversold usai anjlok 6,61%. IPOT bongkar 4 rekomendasi saham dan ETF yang dinilai berpeluang rebound di tengah volatilitas.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Tekanan besar yang menghantam pasar saham Indonesia pekan lalu memicu kekhawatiran investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk 6,61 persen ke level 7.129, sementara arus modal asing terus keluar dan rupiah menyentuh rekor terlemah Rp17.315 per dolar AS.

Namun di tengah sentimen risk-off global dan aksi jual masif, muncul satu sinyal yang mulai dilirik pasar: IHSG dinilai sudah masuk area oversold. Kondisi ini membuka peluang technical rebound jangka pendek, meski volatilitas disebut masih tinggi.

IHSG Ditekan Geopolitik, Rupiah Terpukul

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai tekanan pasar dipicu kombinasi eskalasi konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, serta capital outflow yang menekan aset berisiko.

Menurutnya, pembekuan rebalancing indeks saham Indonesia oleh MSCI untuk Mei 2026 juga memperbesar tekanan. Investor asing tercatat membukukan net sell Rp42,8 triliun secara year-to-date, sementara kapitalisasi pasar BEI susut 6,59 persen menjadi Rp12.736 triliun.

Tekanan paling besar datang dari saham kapitalisasi jumbo seperti BREN, BBCA, DSSA, BRPT dan FILM yang menjadi pemberat utama indeks.

“Selama stabilitas geopolitik global belum membaik, investor disarankan tetap konservatif,” ujar Brigita.

Oversold, Tapi Risiko Belum Hilang

Secara teknikal, IHSG dinilai mulai menarik perhatian karena berhasil menutup gap pada area 7.308-7.346 dan kini berada di area jenuh jual. Ini membuka ruang rebound, meski arahnya dinilai terbatas karena tren utama masih bearish.

Level 7.100-7.150 kini menjadi support krusial. Jika gagal bertahan, IHSG berpotensi turun menuju area 7.022-7.080 bahkan menguji support psikologis 6.917.

Di sisi lain, pasar juga mencermati dampak harga BBM non subsidi, suku bunga BI yang tetap di 4,75 persen, hingga risiko imported inflation akibat pelemahan rupiah.

IPOT Rekomendasikan 4 Peluang Trading

1. DKFT

DKFT dinilai masih bergerak dalam tren naik di atas EMA5 hingga EMA50. Saham ini juga mencatat foreign inflow Rp4,8 miliar dalam sepekan.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Update Harga Pangan Nasional 27 April: Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Tinggi

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan fluktuasi harga...

Market

Garuda Indonesia Online Travel Fair 2026 Hadir, Ini Daftar Harga Tiket Murahnya !!

finnews.id – Maskapai Garuda Indonesia menggelar program andalannya, secara resmi membuka Garuda...

Market

Leapmotor C10, SUV Listrik Keluarga Canggih dengan Jarak Tempuh 477 Km

finnews.id – PT Indomobil National Distributor berencana menghadirkan SUV listrik ukuran menengah, Leapmotor...

Bursa Pagi 27 April 2026 dibayangi Hormuz memanas, minyak di atas US$100, rebalancing indeks dan tekanan saham big cap di BEI.
Market

Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan

finnews.id – Pasar keuangan memasuki pekan baru dengan tekanan yang tidak ringan....