Home Market Bursa Pagi 24 April 2026: Rupiah Ambruk ke Rp17.337, Minyak Tembus USD106, IHSG Terkapar
Market

Bursa Pagi 24 April 2026: Rupiah Ambruk ke Rp17.337, Minyak Tembus USD106, IHSG Terkapar

Bagikan
Bursa pagi 24 April 2026 tertekan, rupiah anjlok ke Rp17.337, minyak melonjak, IHSG turun akibat sentimen global.
Ilustrasi - Pasar modal (Pexels - Tima Miroshnichenko)
Bagikan

finnews.id – Bursa Pagi 24 April 2026 dibuka dengan tekanan besar dari pasar global. Lonjakan harga minyak dunia, memanasnya konflik Amerika Serikat dan Iran, serta penguatan dolar membuat sentimen investor memburuk. Dampaknya langsung terasa dari Wall Street hingga pasar Asia, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar menilai peluang perdamaian semakin tipis setelah pernyataan dan aktivitas Presiden :contentReference[oaicite:0]{index=0} di media sosial memperkeruh situasi. Di saat yang sama, blokade di Selat Hormuz masih berlangsung, sehingga memperbesar risiko terhadap pasokan energi global.

Wall Street Terkoreksi, Asia Ikut Melemah

Indeks saham Amerika Serikat bergerak beragam. S&P 500 turun 0,4%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian global. Namun, Nasdaq futures justru naik 0,7% setelah laporan keuangan :contentReference[oaicite:1]{index=1} mendorong lonjakan saham hingga 20% di perdagangan after market.

Sementara itu, bursa Asia tidak mampu bertahan dari tekanan. Indeks ASX dan KOSPI masing-masing melemah 0,2% dan 0,1%. Investor cenderung menahan aksi sambil menunggu perkembangan konflik geopolitik.

Harga Minyak Melonjak, Jadi Pemicu Utama

Kenaikan harga energi menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasar. Minyak Brent melonjak sekitar 4% hingga menembus level USD106 per barel. Posisi ini hanya sekitar 3% di bawah level sebelum gencatan senjata AS-Iran dimulai.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap gangguan pasokan. Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi minyak dunia kembali menjadi titik krusial yang menentukan arah harga energi.

Rupiah Cetak Rekor Terendah Sepanjang Sejarah

Indonesia menjadi salah satu yang paling terdampak. Nilai tukar rupiah melemah tajam akibat kombinasi tekanan global dan kekhawatiran domestik.

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah turun 115 poin terhadap dolar AS. Tekanan berlanjut pada pagi hari dengan pelemahan tambahan 50 poin, sehingga menyentuh level Rp17.337 per dolar AS—rekor terendah sepanjang sejarah.

Bagikan
Artikel Terkait
ASII bagikan dividen Rp292 per saham. Simak jadwal cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran lengkapnya.
Market

Dividen ASII 2026 Diumumkan! Rp292 per Saham, Catat Jadwal Pentingnya

finnews.id – Kabar menarik datang dari :contentReference[oaicite:0]{index=0} (ASII). Emiten raksasa ini resmi...

IHSG melemah 0,44% di awal sesi, rupiah ke Rp17.315 per dolar AS, tekanan global dan lonjakan minyak bayangi pasar.
Market

IHSG Dibuka Melemah 0,44 Persen, Rupiah Ambruk dan Sentimen Global Tekan Pasar Sepekan

finnews.id – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memerah di awal...

Market

Industri Otomotif Indonesia Makin Dilirik, Jepang Tertarik Investasi Jangka Panjang

Finnews.id – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin...

Market

Harga Pangan Hari Ini Masih Tinggi, Ini Daftar Lengkap Terbarunya

finnews.id – Harga pangan nasional masih menunjukkan tren tinggi di berbagai komoditas...