Home Market Bursa Pagi 24 April 2026: Rupiah Ambruk ke Rp17.337, Minyak Tembus USD106, IHSG Terkapar
Market

Bursa Pagi 24 April 2026: Rupiah Ambruk ke Rp17.337, Minyak Tembus USD106, IHSG Terkapar

Bagikan
Bursa pagi 24 April 2026 tertekan, rupiah anjlok ke Rp17.337, minyak melonjak, IHSG turun akibat sentimen global.
Ilustrasi - Pasar modal (Pexels - Tima Miroshnichenko)
Bagikan

Pelemahan ini dipicu kekhawatiran terhadap kondisi fiskal. Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi, yang akhirnya menekan anggaran negara.

Obligasi Dijual, Yield Naik

Tekanan tidak hanya terjadi di pasar valuta asing. Di pasar obligasi, yield surat utang pemerintah tenor 10 tahun naik 8 basis poin ke level 6,71%.

Kenaikan ini mencerminkan aksi jual investor di pasar obligasi. Investor cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global.

IHSG Terpukul Outflow Asing

Di pasar saham domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,2%. Tekanan berasal dari arus keluar dana asing sebesar Rp1,36 triliun di pasar reguler.

Outflow ini menunjukkan bahwa investor global mulai mengurangi eksposur terhadap pasar emerging market, termasuk Indonesia, akibat risiko global yang meningkat.

Pasokan Minyak Alternatif dari Rusia

Di tengah ketatnya pasokan energi global, pemerintah menyebut Rusia siap mengirimkan 150 juta barel minyak ke Indonesia dengan harga khusus. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Kinerja BBCA Tetap Solid di Tengah Tekanan

Dari sisi korporasi, :contentReference[oaicite:2]{index=2} (BBCA) mencatat kinerja yang masih positif. Pada kuartal I 2026, laba bersih mencapai Rp14,7 triliun atau tumbuh 4% secara tahunan.

Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 16% serta laba pra-pencadangan (PPOP) yang naik 5%. Namun, tekanan mulai terlihat pada Margin Bunga Bersih (NIM) yang turun 40 basis poin ke level 5,4%.

Selain itu, cost of credit naik menjadi 60 basis poin sebagai bentuk kehati-hatian, terutama di segmen konsumer dan UMKM. Pertumbuhan kredit tercatat moderat di level 6% akibat penurunan kredit kendaraan bermotor sebesar 20%.

Meski demikian, valuasi saham BBCA dinilai menarik dengan rasio 2,7x price to book value dan 13,0x price to earnings untuk proyeksi 2026, lebih rendah dari rata-rata historis 10 tahun.

Agenda Korporasi dan Ekonomi Jadi Perhatian

Sejumlah agenda korporasi juga menjadi fokus pasar. Pada 24 April, emiten seperti TLDN, UNTR, TOBA, dan BTPS memasuki cum date dividen. Selain itu, beberapa perusahaan menggelar RUPS, termasuk TLKM.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Harga Sawit Tembus Rp3.010/Kg di Abdya, Petani Khawatir Pupuk Langka

finnews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat pabrik...

ASII bagikan dividen Rp292 per saham. Simak jadwal cum dividen, ex dividen, hingga tanggal pembayaran lengkapnya.
Market

Dividen ASII 2026 Diumumkan! Rp292 per Saham, Catat Jadwal Pentingnya

Namun, perlu diingat bahwa setelah ex dividen, harga saham sering kali mengalami...

IHSG melemah 0,44% di awal sesi, rupiah ke Rp17.315 per dolar AS, tekanan global dan lonjakan minyak bayangi pasar.
Market

IHSG Dibuka Melemah 0,44 Persen, Rupiah Ambruk dan Sentimen Global Tekan Pasar Sepekan

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menegaskan bahwa sektor teknologi...

Market

Industri Otomotif Indonesia Makin Dilirik, Jepang Tertarik Investasi Jangka Panjang

Finnews.id – Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, Myochin...