Home Market Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan
Market

Bursa Pagi 27 April 2026: Hormuz Memanas, IHSG Dibayangi Sell-Off, Ini Saham dan Sentimen yang Jadi Sorotan

Bagikan
Bursa Pagi 27 April 2026 dibayangi Hormuz memanas, minyak di atas US$100, rebalancing indeks dan tekanan saham big cap di BEI.
Ilustrasi - Pasar Modal (Pexels - Rômulo Queiroz)
Bagikan

Pekan ini perhatian investor tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan, Bank of England, Federal Reserve, dan European Central Bank. Walau pasar memperkirakan suku bunga ditahan, arah komentar bank sentral soal inflasi bisa menjadi pemicu volatilitas berikutnya.

BEI Diguncang Rebalancing, DSSA dan BREN Jadi Sorotan

Dari domestik, Bursa Pagi 27 April 2026 dibuka dengan isu panas dari indeks. Bursa Efek Indonesia lebih dulu mengeluarkan DSSA dan BREN dari indeks LQ45, menyusul status High Shareholder Concentration atau HSC List.

Langkah ini muncul setelah MSCI sebelumnya mengumumkan eksklusi saham HSC, dan pasar kini mulai berspekulasi FTSE Russell berpotensi mengambil langkah serupa.

Risiko terbesar datang dari potensi tekanan passive fund saat rebalancing Mei dan Juni. Ini yang membuat pasar mencermati kemungkinan gelombang sell-off baru.

DSSA dan BREN menjadi saham yang paling terpukul. Penurunan masing-masing sekitar 38 persen dan 30 persen menekan indeks karena bobot keduanya cukup besar.

Tekanan rupiah yang melemah memperparah sentimen, terutama di saham-saham foreign heavy-weight, khususnya sektor perbankan big cap.

Pemenang dan Pecundang Bursa Hari Ini

Loser: DSSA, BREN, NCKL

Tiga saham ini menjadi sorotan negatif akibat dikeluarkan dari indeks LQ45 dan IDX80. Meski tekanan jual sudah besar dalam sepekan terakhir, pasar masih menguji apakah seluruh sentimen buruk sudah priced in.

Winner: DEWA dan ESSA

Di sisi lain, DEWA muncul sebagai pemenang karena langsung masuk ke dua indeks sekaligus: LQ45 dan IDX80.

ESSA juga mencuri perhatian. Masuknya saham ini ke LQ45 menjelaskan lonjakan harga 23 persen sepanjang pekan lalu, sekaligus memperkuat dugaan pasar telah mengantisipasi sentimen positif tersebut.

Sorotan Emiten: Plantation, AKRA, ARTO, PGAS

Plantation

Laba inti agregat sektor perkebunan pada 1Q26 diperkirakan turun menjadi Rp1,9 triliun atau terkoreksi 35 persen quarter to quarter akibat siklus musiman dan mahalnya pupuk.

Namun pasar melihat potensi pemulihan kuartal berikutnya terbuka, terutama jika harga CPO menguat didorong implementasi B50 di Indonesia dan B12 Malaysia.

AKRA

AKRA membukukan pendapatan Rp12,94 triliun dan laba bersih Rp656 miliar. Kinerja ini didorong perdagangan bahan bakar, kimia, serta penjualan lahan JIIPE.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Update Harga Pangan Nasional 27 April: Cabai Rawit dan Telur Ayam Masih Tinggi

Terakhir, sektor minyak goreng masih menunjukkan tren harga yang cukup tinggi. Minyak...

Market

Garuda Indonesia Online Travel Fair 2026 Hadir, Ini Daftar Harga Tiket Murahnya !!

finnews.id – Maskapai Garuda Indonesia menggelar program andalannya, secara resmi membuka Garuda...

IHSG oversold usai anjlok 6,61%. IPOT bongkar 4 rekomendasi saham dan ETF yang dinilai berpeluang rebound di tengah volatilitas.
Market

IHSG Oversold, Jangan Panik! IPOT Bongkar 4 Saham dan ETF yang Dinilai Siap Rebound

Entry: 805 Target: 900 Stop Loss: 765 2. ESSA ESSA disebut menarik...

Market

Leapmotor C10, SUV Listrik Keluarga Canggih dengan Jarak Tempuh 477 Km

finnews.id – PT Indomobil National Distributor berencana menghadirkan SUV listrik ukuran menengah, Leapmotor...