finnews.id – Charles Leclerc tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah mengalami kecelakaan pada sesi kualifikasi Formula 1 GP Barcelona 2026. Pembalap Ferrari itu mengaku sangat malu karena gagal memaksimalkan peluang meraih hasil terbaik saat mobilnya justru tampil kompetitif sepanjang akhir pekan.

Leclerc sebenarnya masuk dalam jajaran kandidat kuat peraih pole position di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Namun, harapannya pupus setelah mengalami crash pada putaran pertama Q3 yang membuatnya harus puas memulai balapan dari posisi ke-10.

Insiden tersebut juga memaksa sesi kualifikasi dihentikan sementara dengan bendera merah.

Kesalahan Kecil Berujung Mahal

Kecelakaan terjadi ketika Leclerc berusaha meningkatkan kecepatannya saat memasuki Tikungan 4. Pembalap asal Monako itu mencoba melepas rem lebih awal untuk membawa kecepatan lebih tinggi ke tikungan.

Strategi tersebut sempat berjalan sesuai rencana. Namun, ketika mobil melewati bagian lintasan yang lebih kotor, ban kehilangan cengkeraman dan bagian belakang mobil tiba-tiba tergelincir.

Leclerc mengakui bahwa kesalahan itu sepenuhnya berasal dari dirinya.

“Saya mencoba melepas rem lebih awal dan membawa lebih banyak kecepatan karena itu adalah kelemahan utama kami. Namun saya kehilangan bagian belakang mobil dan tidak banyak alasan yang bisa saya berikan,” kata Leclerc.

Mobil Ferrari yang kehilangan kendali kemudian meluncur ke arah pembatas lintasan dan mengalami kerusakan cukup signifikan di bagian depan.

Leclerc Enggan Mencari Alasan

Usai sesi kualifikasi, Leclerc tampak sangat terpukul dengan hasil yang didapat. Ia bahkan secara terbuka mengakui rasa malunya atas performa yang ditampilkan.

“Saya merasa sangat malu. Setelah tiga akhir pekan terakhir yang cukup sulit, akhir pekan ini sebenarnya berjalan sangat baik,” ujar Leclerc.

Menurutnya, Barcelona merupakan salah satu kesempatan terbaik untuk membalikkan situasi setelah beberapa seri yang tidak berjalan sesuai harapan.

Karena itu, kegagalan memanfaatkan peluang di momen penting membuat rasa kecewanya semakin besar.

“Dalam situasi seperti ini saya harus memberikan hasil, tetapi saya tidak melakukannya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan betapa besar ekspektasi Leclerc terhadap dirinya sendiri, terutama ketika Ferrari mulai menunjukkan peningkatan performa.