finnews.id – Lewis Hamilton mengakui Ferrari masih memiliki pekerjaan besar jika ingin menantang dominasi Mercedes pada musim Formula 1 2026. Setelah finis kedua di Monaco Grand Prix, pembalap Ferrari itu secara terbuka mengungkap sejumlah area yang menurutnya membuat tim asal Maranello tertinggal dari rival utamanya.

Hasil di Monaco kembali memperlihatkan kekuatan Mercedes yang belum terbendung sepanjang musim ini. Andrea Kimi Antonelli berhasil meraih kemenangan kelima secara beruntun dan semakin mengukuhkan posisinya di puncak klasemen.

Hamilton Kesulitan Mengimbangi Antonelli

Hamilton sempat berharap dapat memberikan tekanan kepada Antonelli setelah restart akibat bendera merah pada fase akhir balapan. Namun, peluang tersebut tidak mampu dimanfaatkan.

Menurut juara dunia tujuh kali itu, start yang hampir identik membuat dirinya gagal mengambil alih posisi terdepan. Setelah balapan kembali berjalan, Hamilton hanya bisa melihat Antonelli perlahan menjauh.

Ia mengakui performa Mercedes berada pada level yang berbeda dibanding Ferrari saat ini. Pengalaman bertarung langsung dengan Antonelli justru memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai area yang harus segera diperbaiki Ferrari.

Hamilton menilai timnya perlu merespons dengan cepat berbagai kelemahan yang masih terlihat sepanjang awal musim.

Downforce Jadi Sorotan Utama

Salah satu aspek yang paling disorot Hamilton adalah kemampuan aerodinamika mobil Mercedes. Menurutnya, perbedaan tingkat downforce antara kedua tim sangat terlihat di lintasan Monaco.

Hamilton menjelaskan bahwa masalah tenaga mesin bukan faktor utama yang menghambat Ferrari pada balapan tersebut. Sebaliknya, ia melihat keunggulan Mercedes berasal dari kemampuan menghasilkan downforce yang lebih baik.

Keunggulan itu kemudian berdampak langsung pada traksi mobil saat keluar tikungan. Dalam pengamatannya, Mercedes mampu memperoleh cengkeraman yang jauh lebih efektif dibanding Ferrari.

Hamilton bahkan menggambarkan perbedaan performa traksi kedua mobil sebagai sesuatu yang “bagai siang dan malam”. Pernyataan tersebut menunjukkan seberapa besar jarak performa yang masih harus dikejar Ferrari jika ingin menyamai Mercedes.