finnews.id – Kecelakaan massal yang terjadi pada tikungan pertama MotoGP Hungaria 2026 kembali memanaskan perdebatan mengenai penggunaan ride height device. Insiden yang dipicu oleh Jorge Martin di Sirkuit Balaton Park melibatkan lima pembalap dan langsung memunculkan tuntutan agar perangkat tersebut segera dilarang.
Namun, Aprilia memilih mengambil sikap lebih hati-hati. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menilai keputusan besar terkait keselamatan tidak boleh diambil secara terburu-buru hanya karena satu insiden besar.
Jorge Martin Jadi Pemicu Tabrakan Beruntun
Balapan baru saja dimulai ketika Jorge Martin kehilangan kendali saat pengereman menuju Tikungan 1. Motor Aprilia yang dikendarainya kemudian menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi.
Benturan tersebut memicu reaksi berantai yang juga melibatkan Raul Fernandez dari Trackhouse Racing, Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team, serta Fermin Aldeguer dari Gresini Racing.
Insiden itu menjadi kecelakaan besar kedua yang terjadi di tikungan pertama dalam tiga seri terakhir setelah kecelakaan Johann Zarco di Barcelona. Situasi tersebut membuat isu keselamatan kembali menjadi sorotan utama di paddock MotoGP.
Ride Height Device Kembali Dipertanyakan
Setelah kecelakaan di Hungaria, sejumlah pihak kembali mendesak agar ride height device dihapus lebih cepat dari jadwal. Saat ini perangkat tersebut memang sudah dipastikan akan dilarang mulai musim 2027.
Beberapa pembalap, termasuk Jack Miller, menilai penghapusan ride height device dapat membantu meningkatkan keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan pada fase start balapan.
Selain larangan perangkat tersebut, MotoGP juga sedang membahas sejumlah opsi lain untuk meningkatkan keselamatan, termasuk perubahan jarak antar posisi grid saat start.
Aprilia Minta Evaluasi Menyeluruh
Massimo Rivola mengakui dirinya sejak lama bukan pendukung berbagai perangkat aerodinamika dan teknologi tambahan yang semakin kompleks di MotoGP modern. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan mengenai ride height device harus didasarkan pada data dan pengujian yang memadai.
Menurut Rivola, akan menjadi kesalahan jika MotoGP langsung menyimpulkan bahwa perangkat tersebut adalah penyebab utama kecelakaan tanpa melakukan evaluasi teknis yang mendalam.
Ia mengingatkan bahwa apabila perangkat itu sudah lebih dulu dilarang sebelum balapan Hungaria dan kecelakaan serupa tetap terjadi, maka bisa saja muncul argumen sebaliknya bahwa ride height device justru memberikan tingkat keamanan yang lebih baik.
Karena itu, Aprilia meminta seluruh pihak melakukan pengujian dan analisis menyeluruh sebelum menerapkan perubahan regulasi yang signifikan.