finnews.id – Balapan MotoGP Hungaria 2026 di Balaton Park berubah menjadi mimpi buruk bagi Aprilia setelah insiden besar terjadi di tikungan pertama. Kecelakaan yang melibatkan beberapa pembalap langsung menghancurkan peluang tim pabrikan asal Italia tersebut untuk meraih hasil maksimal.
Sorotan utama tertuju kepada juara dunia 2024, Jorge Martin, yang kehilangan kendali motornya saat memasuki tikungan pertama. Insiden itu membuat Marco Bezzecchi, Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan Raul Fernandez ikut terjatuh dalam tabrakan beruntun yang terjadi sesaat setelah start.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak berusaha mencari pembenaran atas kejadian tersebut. Ia secara terbuka menyebut kesalahan itu berasal dari Martin dan seharusnya tidak terjadi, terutama mengingat situasi keselamatan para pembalap di awal balapan.
“Kesalahan Martin seharusnya tidak pernah terjadi, terutama ketika keselamatan dipertaruhkan dan Anda memasuki tikungan pertama dengan sangat agresif,” kata Rivola kepada Sky Sport Italia.
Menurut Rivola, insiden tersebut bukan disebabkan oleh pengereman yang terlalu terlambat. Ia menjelaskan bahwa Martin justru melakukan kesalahan dalam mengelola tenaga motor saat kondisi motor masih sedikit miring di area lintasan yang memiliki grip rendah.
“Itu kesalahan yang aneh. Dia tidak mengerem terlalu terlambat. Dia memberikan tenaga lebih saat motor masih sedikit miring di bagian lintasan yang grip-nya lebih rendah. Namun itu adalah kesalahan yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia,” ujarnya.
Mirip Motegi, tetapi Penyebabnya Berbeda
Insiden di Hungaria mengingatkan banyak pihak pada kecelakaan Jorge Martin di Motegi musim lalu yang juga melibatkan Marco Bezzecchi. Namun Rivola menilai kedua kejadian tersebut memiliki penyebab yang berbeda.
Pada kecelakaan di Jepang, Martin dianggap terlalu keras saat melakukan pengereman sehingga kehilangan kendali. Sementara di Balaton Park, kesalahan lebih berkaitan dengan cara mengendalikan motor ketika memasuki tikungan pertama.