finnews.id – Fabio Quartararo mengakui dirinya kesulitan mengendalikan motor Yamaha sepanjang akhir pekan MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Juara dunia MotoGP 2021 itu menyebut minimnya grip menjadi masalah utama yang membuatnya tidak mampu tampil kompetitif.

Performa Quartararo kembali jauh dari barisan depan saat Sprint Race berlangsung pada Sabtu (6/6). Pembalap Monster Energy Yamaha tersebut hanya mampu finis di posisi ke-17, melanjutkan tren sulit Yamaha yang masih berjuang mengembangkan motor YZR-M1 bermesin V4 terbaru.

Berbeda dengan beberapa sirkuit sebelumnya yang lebih menyoroti kekurangan kecepatan puncak Yamaha di lintasan lurus, karakter Balaton Park yang dipenuhi tikungan dan lintasan pendek justru mengungkap masalah lain yang lebih serius, yakni kurangnya grip.

Quartararo Kesulitan Mengendalikan Motor

Usai Sprint Race, Quartararo secara terbuka mengungkapkan bahwa minimnya daya cengkeram ban membuat dirinya kesulitan mengendarai motor.

“Terutama saat grip sangat rendah, saya benar-benar kesulitan mengendarai motor,” kata Quartararo.

Pembalap asal Prancis itu menjelaskan bahwa masalah tersebut sebenarnya sudah ia rasakan sejak pertama kali membalap di MotoGP. Namun, kondisi yang terjadi di Hungaria membuat persoalan itu semakin terasa.

“Saya melakukan banyak kesalahan dan perasaan pada bagian depan motor juga tidak terlalu baik. Jadi saya hanya berusaha memberikan yang terbaik,” lanjutnya.

Kesulitan mendapatkan rasa percaya diri pada bagian depan motor membuat Quartararo tidak mampu memaksimalkan performa saat memasuki tikungan, salah satu aspek yang selama ini menjadi kekuatannya.

Pergantian Ban Diperkirakan Tidak Akan Membantu

Pada balapan utama hari Minggu, sebagian besar pembalap diperkirakan akan menggunakan ban belakang kompon medium dibandingkan ban lunak yang dipakai saat Sprint Race.

Namun Quartararo tidak yakin perubahan strategi ban akan membawa perbedaan besar bagi Yamaha.

Menurutnya, masalah utama bukan terletak pada pilihan kompon ban, melainkan karakter motor yang masih belum mampu menghasilkan grip yang dibutuhkan.