finnews.id – Jorge Martin mengungkapkan bahwa karakter Sirkuit Balaton Park di Hungaria telah memperlihatkan salah satu kelemahan langka yang dimiliki motor Aprilia RS-GP musim 2026. Menurut juara dunia MotoGP 2024 itu, konfigurasi lintasan yang dipenuhi tikungan lambat dan akselerasi pendek membuat keunggulan utama Aprilia tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal.
Pada Sprint MotoGP Hungaria, Sabtu (6/6), Martin hanya mampu finis di posisi keenam. Hasil tersebut diraih setelah ia harus berjuang dari posisi start kedelapan di sirkuit yang dikenal sulit untuk digunakan menyalip.
Martin mengawali balapan dengan cukup rumit. Ia mengaku kehilangan beberapa posisi pada tikungan pertama karena berada di tengah rombongan pembalap.
“Saya memulai balapan dari tengah grup dan tidak benar-benar tahu harus ke mana pada tikungan pertama. Itu menjadi masalah karena saya kehilangan beberapa posisi,” ujar Martin.
Situasi semakin sulit ketika ia mencoba menyalip Diogo Moreira pada awal balapan. Martin terpaksa memotong chicane setelah mengerem lebih dalam dari yang direncanakan.
Insiden tersebut membuatnya kehilangan waktu sekitar satu detik dan tertinggal dari kelompok pembalap di depannya. Meski berhasil melewati Moreira pada lap kelima, Martin kembali melakukan kesalahan di Tikungan 15 yang membuat peluangnya memperbaiki posisi semakin kecil.
Menurut Martin, masalah utama bukan berasal dari grip belakang motor, melainkan dari karakter motor saat memasuki dan keluar tikungan lambat.
Ia menjelaskan bahwa Aprilia sangat kuat ketika dapat memanfaatkan gaya tekan aerodinamika atau downforce. Namun, ketika memasuki sektor dengan kecepatan rendah, keunggulan tersebut berkurang secara signifikan.
“Sepertinya ketika kami mulai melepaskan rem, kami sedikit kehilangan jalur ideal. Saya pikir dengan downforce yang lebih sedikit di tikungan lambat, kami kesulitan untuk berbelok,” kata Martin.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Aprilia tetap sangat kompetitif pada bagian lintasan yang memungkinkan aerodinamika bekerja secara optimal.