“Di sektor kedua, yang memiliki banyak pengaruh downforce, kami sangat kompetitif.”
“Kami sangat kuat dari sisi aerodinamika, tetapi ketika kehilangan efek downforce, kami mulai kesulitan. Itu yang menjadi masalah saat ini,” lanjutnya.
Rekan setim Martin, Marco Bezzecchi, tampil lebih baik dengan finis di posisi ketiga. Namun, pembalap Italia tersebut juga tidak mampu memberikan tekanan berarti kepada Marc Marquez yang memenangi Sprint Race maupun Pedro Acosta yang finis kedua.
Komentar Martin memberikan gambaran bahwa Aprilia masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan performa motor pada tikungan lambat, terutama di sirkuit dengan karakter stop-and-go seperti Balaton Park.
Meski demikian, Martin tetap optimistis timnya dapat menemukan solusi sebelum balapan utama digelar. Ia menilai Aprilia kerap menunjukkan peningkatan performa dari hari Sabtu ke Minggu sepanjang musim ini.
“Kami perlu membuat ban bekerja sedikit lebih baik, tetapi biasanya kami selalu membuat langkah maju dari Sabtu ke Minggu dan saya berharap hal itu terjadi lagi besok,” ujarnya.
Hasil Sprint Race membuat Martin kini tertinggal 20 poin dalam persaingan klasemen menjelang balapan utama MotoGP Hungaria.
Referensi:
- Crash.net — “Jorge Martin explains rare Aprilia weakness after Balaton MotoGP Sprint” oleh Peter McLaren.