finnews.id – Pemimpin klasemen MotoGP 2026, Marco Bezzecchi, mengakui masih kesulitan menyamai kecepatan Marc Marquez dan Pedro Acosta sepanjang akhir pekan MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park. Meski berhasil finis di posisi ketiga pada Sprint Race, pembalap Aprilia itu merasa masih ada sesuatu yang kurang dari performanya.

Bezzecchi memulai Sprint Race dari posisi keenam setelah menjalani sesi kualifikasi yang tidak berjalan mulus. Namun, start yang baik membantunya naik ke posisi ketiga pada lap-lap awal dan mempertahankan posisi tersebut hingga garis finis.

Hasil tersebut tetap memberikan keuntungan bagi Bezzecchi dalam perebutan gelar juara dunia. Ia berhasil memperlebar keunggulan di klasemen menjadi 20 poin setelah rekan setimnya, Jorge Martin, hanya mampu finis di posisi keenam.

Meski demikian, Bezzecchi tidak sepenuhnya puas. Ia mengakhiri balapan dengan selisih sekitar 2,7 detik dari pemenang Sprint Race, Marc Marquez, dan tidak pernah benar-benar berada dalam posisi untuk menantang Pedro Acosta yang finis di depan dirinya.

Menurut Bezzecchi, Marquez dan Acosta tampil sangat kuat di hampir seluruh area lintasan.

“Mereka berdua sangat cepat. Mereka mengerem dengan kuat, masuk tikungan dengan sangat cepat dan rapat. Mereka bagus di semua bagian lintasan,” ujar Bezzecchi.

Pembalap Italia itu mengakui dirinya telah berusaha semaksimal mungkin sepanjang Sprint Race. Namun, ia merasa para rival utamanya masih memiliki keunggulan yang belum mampu ia kejar.

“Kecepatanku sebenarnya tidak terlalu buruk, tetapi selalu ada sesuatu yang kurang. Pembalap tercepat seperti Marc, Pedro, Fermin Aldeguer, Pecco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio memiliki sesuatu yang lebih,” katanya.

Bezzecchi juga mengungkapkan bahwa masalah tersebut sudah dirasakannya sejak sesi latihan bebas pada Jumat. Karena itu, finis podium dianggap sebagai hasil maksimal yang bisa diraih dalam kondisi saat ini.

“Saya memberikan segalanya dalam sprint untuk mendapatkan hasil terbaik yang mungkin. Saya juga mengambil banyak risiko, tetapi untungnya semuanya berjalan baik,” tambahnya.

Sirkuit Balaton Park sebelumnya dianggap cukup cocok untuk karakter motor Aprilia. Namun, Bezzecchi tidak menilai tata letak lintasan yang mengandalkan pengereman keras sebagai penyebab utama kesulitannya.

Sebaliknya, ia menyoroti kondisi grip lintasan yang terus berubah sepanjang akhir pekan. Menurutnya, tingkat cengkeraman aspal tahun ini lebih rendah dibandingkan musim lalu, sehingga menyulitkan para pembalap untuk menemukan setelan yang konsisten.

“Kondisi lintasan minggu ini cukup berbeda dibandingkan tahun lalu. Grip secara umum lebih rendah dan waktu putaran juga lebih lambat di hampir semua sesi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa perubahan kondisi tersebut membuat pembalap kesulitan mempertahankan performa yang sama dari satu sesi ke sesi berikutnya.

Bahkan pada lap-lap awal Sprint Race, Bezzecchi mengaku sempat merasa seperti mengendarai motor di atas permukaan es karena minimnya grip yang tersedia.

“Pada beberapa lap pertama sprint saya benar-benar kesulitan dan rasanya seperti berada di atas es,” ungkapnya.

Karena itu, Bezzecchi yakin tantangan utamanya bukan berasal dari karakter lintasan Balaton Park, melainkan dari kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi trek yang terjadi secara terus-menerus.

Meski belum mampu menandingi kecepatan Marquez dan Acosta, hasil podium tetap menjadi modal penting bagi Bezzecchi untuk mempertahankan posisinya di puncak klasemen MotoGP 2026 menjelang balapan utama Grand Prix Hungaria.

Referensi: