finnews.id – Bagi manusia, satu tahun berarti waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi Matahari selama sekitar 365 hari. Namun, di Pluto, satu tahun berlangsung jauh lebih lama. Planet katai yang berada di wilayah terluar Tata Surya ini membutuhkan sekitar 248 tahun Bumi untuk menyelesaikan satu kali putaran mengelilingi Matahari.
Fakta tersebut membuat Pluto menjadi salah satu objek paling unik di Tata Surya. Bahkan, sejak ditemukan pada tahun 1930, Pluto hingga kini masih belum menyelesaikan satu orbit penuh yang diamati manusia.
Orbit Pluto yang Sangat Panjang
Pluto bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan yang sangat berbeda dibandingkan sebagian besar planet lainnya. Orbitnya tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan elips yang cukup lonjong.
Jarak Pluto dari Matahari dapat berubah secara signifikan selama perjalanan orbitnya. Pada titik terdekat, Pluto berada sekitar 30 satuan astronomi dari Matahari, sedangkan pada titik terjauh jaraknya bisa mencapai lebih dari 49 satuan astronomi. Satu satuan astronomi setara dengan rata-rata jarak antara Bumi dan Matahari.
Karena jaraknya yang sangat jauh dari pusat Tata Surya, Pluto membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelesaikan satu putaran penuh.
Belum Menyelesaikan Satu Orbit Sejak Ditemukan
Penemuan Pluto diumumkan kepada dunia pada 13 Maret 1930 setelah ditemukan oleh Clyde Tombaugh di Observatorium Lowell, Arizona.
Saat Pluto pertama kali teridentifikasi, tidak ada seorang pun yang dapat menyaksikan satu orbit penuh planet katai tersebut. Alasannya sederhana: usia manusia tidak cukup panjang untuk mengikuti perjalanan Pluto selama 248 tahun.
Berdasarkan perhitungan astronomi modern, Pluto diperkirakan baru akan kembali ke posisi orbit yang sama seperti saat ditemukan pada sekitar tahun 2178. Artinya, hampir dua setengah abad diperlukan untuk menyelesaikan satu “tahun Pluto”.
Pluto Pernah Lebih Dekat ke Matahari daripada Neptunus
Meski dikenal sebagai penghuni wilayah terluar Tata Surya, Pluto tidak selalu berada lebih jauh dari Matahari dibandingkan Neptunus.