finnews.id – Marc Marquez tampil luar biasa saat memenangi Sprint Race MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park, Sabtu. Pebalap Ducati Lenovo itu mengaku mengubah pendekatannya secara drastis dibanding hari sebelumnya, beralih dari mode “eco” menjadi “supersport” untuk mengamankan kemenangan dominan.
Marquez datang ke Hungaria dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi setelah hanya finis ketujuh pada seri sebelumnya di Mugello. Kondisi fisiknya yang masih dalam tahap pemulihan pasca operasi bahu juga membuatnya berhati-hati dalam menentukan target.
Namun situasi berubah sejak sesi latihan. Pebalap Spanyol itu tampil cepat, merebut pole position, lalu mengonversinya menjadi kemenangan Sprint yang meyakinkan.
“Sesuai yang kalian lihat, strateginya sangat jelas. Kemarin saya berada dalam mode eco, hari ini mode supersport, dan besok saya harus berada di mode sport,” kata Marquez.
Menurutnya, sejak sesi latihan bebas pada Sabtu pagi, ia langsung memacu motor Ducati Desmosedici secara maksimal.
“Dalam kualifikasi saya berkendara secara normal untuk satu putaran cepat. Lalu pada sprint saya menyerang penuh dalam tiga atau empat lap pertama, setelah itu saya hanya mengelola jarak,” ujarnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah menahan tekanan Pedro Acosta pada lap-lap awal, Marquez mampu membuka jarak hingga sekitar dua detik dan mempertahankannya sampai garis finis.
Meski berhasil menang dengan dominan, Marquez mengakui kondisi fisiknya masih belum sepenuhnya ideal. Ia merasa tubuhnya belum selalu mampu mengikuti keinginan dan fokus yang ada di dalam pikirannya.
Baca Juga
“Saya merasa tidak buruk. Tapi besok kuncinya adalah memahami kapan penurunan kondisi mulai terjadi,” katanya.
“Sisi mental masih terus berada dalam mode balapan, tetapi tubuh tidak selalu mengikuti. Saya harus sangat berhati-hati karena kesalahan kecil saat perubahan arah dan posisi tubuh bisa menyebabkan kecelakaan.”
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Marquez masih mengingat insiden yang dialaminya di Le Mans ketika keterbatasan fisik berkontribusi terhadap kesalahan yang berujung kecelakaan.
Menariknya, sang adik, Alex Marquez, sempat melontarkan candaan terkait perubahan gaya balap Marc saat mulai kelelahan. Alex menilai kakaknya mulai mengingatkan pada mendiang legenda balap Jepang, Norick Abe.
“Dengan adrenalin, sulit merasakan apa yang sebenarnya terjadi. Setiap lap tubuh menjadi lebih kaku dan saya semakin sedikit memainkan posisi tubuh di tikungan kanan,” jelas Marquez.
“Adik saya bercanda kepada saya di Mugello dan hari ini juga sedikit. Saat saya mulai lelah, saya mulai mengendarai motor seperti Norick Abe.”
Marquez menjelaskan bahwa ketika tubuhnya mulai kehilangan fleksibilitas, ia cenderung mengompensasi pergerakan di tikungan kanan dengan memanfaatkan sisi kiri tubuh lebih banyak.
Terlepas dari keterbatasan fisik yang masih dirasakannya, performa di Balaton Park menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Marquez bahkan mengaku merasa lebih kuat dibanding perkiraannya sendiri setelah akhir pekan yang sulit di Mugello.
“Saya lebih kuat dari yang saya perkirakan setelah Mugello, ketika saya merasa sangat jauh dari level terbaik,” katanya.
Ia juga menilai karakteristik Balaton Park yang memiliki sejumlah tikungan kiri membantunya menemukan kembali kepercayaan diri dan ritme balap yang sempat hilang.
“Pada paruh pertama musim, saya bukan Ducati tercepat di tikungan kiri. Sekarang saya mulai menjadi yang tercepat dan mulai bisa memainkan tubuh dengan baik. Itu membuat hidup saya jauh lebih mudah di sirkuit seperti ini.”
Meski demikian, Marquez menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya masih menantinya pada balapan utama hari Minggu. Ia merasa kecepatannya masih belum sebaik musim lalu sehingga perlu mengelola kondisi fisik dan performa motor secara cermat sepanjang balapan.
Kemenangan Sprint di Balaton Park sekaligus memperkuat status Marquez sebagai salah satu kandidat utama untuk meraih kemenangan Grand Prix pertamanya musim ini. Namun ia masih menghadapi tugas berat dalam perburuan gelar karena tertinggal 97 poin dari pemuncak klasemen, Marco Bezzecchi, yang finis ketiga pada Sprint Race Hungaria.
Referensi: