“Saya pikir hasil akhirnya memang mirip, tetapi kesalahannya berbeda. Tahun lalu dia terlalu keras saat mengerem. Kali ini dia tidak menggunakan rem depan sebagaimana mestinya di area tikungan pertama,” jelas Rivola.

Ia menambahkan bahwa meskipun kesalahan kali ini terlihat lebih kecil, dampak yang ditimbulkan justru sama bahkan lebih buruk bagi Aprilia.

Bukan Salah Tikungan Pertama

Setelah beberapa insiden besar di MotoGP musim ini, desain tikungan pertama beberapa sirkuit sempat menjadi bahan perdebatan. Namun Rivola tidak sepenuhnya setuju jika tata letak lintasan dijadikan kambing hitam.

Menurutnya, para pembalap sudah memahami karakter lintasan dan kondisi grip sebelum balapan dimulai. Karena itu, pendekatan yang lebih hati-hati di tikungan pertama menjadi solusi yang lebih masuk akal dibanding menyalahkan desain sirkuit.

“Ketika hari Minggu tiba, para pembalap sudah mengetahui tata letak lintasan dan kondisi grip yang ada. Saya pikir semua orang harus sedikit lebih tenang saat memasuki tikungan pertama,” katanya.

Rivola juga mengakui bahwa situasi menjadi semakin buruk karena beberapa motor Aprilia ikut menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

“Kami juga tidak beruntung karena ketika terjadi kecelakaan, selalu ada satu atau bahkan dua Aprilia yang ikut terlibat. Itu membuat situasinya terlihat sangat bodoh,” ujar Rivola.

Peluang Aprilia Hancur dalam Hitungan Detik

Sebelum kecelakaan terjadi, Marco Bezzecchi sempat menunjukkan start yang sangat baik. Pembalap Italia itu berhasil naik dari posisi keenam di grid ke posisi ketiga hanya dalam beberapa detik pertama balapan.

Namun seluruh kerja keras tersebut lenyap ketika tabrakan beruntun terjadi di tikungan pertama. Aprilia yang sebelumnya berharap bisa mempertahankan momentum positif dari Sprint Race akhirnya harus menerima hasil yang jauh dari harapan.

Insiden ini sekaligus menjadi salah satu momen paling kontroversial sepanjang akhir pekan MotoGP Hungaria 2026. Jorge Martin kini menghadapi sorotan besar setelah mendapat kritik terbuka dari pimpinan timnya sendiri, sesuatu yang jarang terjadi di level tertinggi balap motor dunia.

Penutup

Kecelakaan beruntun di tikungan pertama GP Hungaria menjadi pukulan telak bagi Aprilia. Tidak hanya kehilangan peluang meraih hasil besar, tim asal Noale itu juga harus melihat beberapa pembalapnya tersingkir akibat satu insiden yang dipicu kesalahan internal. Kritik keras Massimo Rivola kepada Jorge Martin menunjukkan besarnya kekecewaan Aprilia terhadap kejadian tersebut, sekaligus menjadi pengingat bahwa kesalahan kecil di MotoGP dapat menghasilkan konsekuensi yang sangat besar.