finnews.id – Fabio Di Giannantonio melontarkan kritik keras terhadap kondisi start balapan MotoGP setelah terlibat dalam kecelakaan besar yang terjadi di tikungan pertama GP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park. Pembalap VR46 Ducati itu menilai risiko yang diambil para rider saat start sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan dan perlu segera ditangani oleh MotoGP.
Insiden tersebut bermula ketika Jorge Martin kehilangan kendali saat pengereman menuju tikungan pertama dan menabrak rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi. Tabrakan itu kemudian menyeret Di Giannantonio, Fermin Aldeguer, dan Raul Fernandez ke dalam kecelakaan beruntun.
Beruntung tidak ada pembalap yang mengalami cedera serius dalam insiden tersebut. Namun bagi Di Giannantonio, kejadian di Balaton Park menjadi bukti bahwa masalah keselamatan saat start balapan tidak boleh lagi diabaikan.
“Saya harap semua orang baik-baik saja, itu yang paling penting,” ujar Di Giannantonio.
“Tetapi apa pun yang terjadi dengan Jorge, kami harus mencegah hal seperti ini terjadi lagi.”
Menurut pembalap Italia itu, para rider saat ini terlalu sering mengambil risiko besar pada lap pertama demi mendapatkan posisi yang lebih baik.
“Saya pikir, termasuk saya sendiri, kami terlalu banyak mengambil risiko setiap saat.”
“Kami bukan hanya berisiko mengalami kecelakaan sendiri, tetapi juga membahayakan nyawa pembalap lain.”
Ia bahkan mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri menjelang balapan dimulai.
“Saya pikir gila jika sebelum balapan saya harus berdoa bukan agar menjalani balapan yang bagus, tetapi agar selamat melewati tikungan pertama.”
“Itu benar-benar gila.”
Diggia Minta Hukuman Lebih Tegas
Di Giannantonio menilai hukuman yang lebih berat mungkin diperlukan agar para pembalap memahami konsekuensi dari tindakan mereka saat start.
Menurutnya, jika pendekatan yang lebih lunak tidak berhasil mengubah perilaku para rider, maka otoritas MotoGP harus mempertimbangkan langkah yang lebih keras.
“Jika kami tidak bisa memahami ini melalui hukuman yang baik, maka kami harus memahaminya melalui hukuman yang buruk.”
“Saya selalu mengatakan hal yang sama. Bahkan jika saya melakukan hal seperti itu, itu tetap tidak bisa diterima.”
Pernyataan tersebut muncul setelah Jorge Martin dijatuhi hukuman double long lap penalty karena dianggap menjadi penyebab kecelakaan besar di Hungaria.