finnews.id – Crash besar yang terjadi di tikungan pertama MotoGP Hungaria 2026 masih menjadi bahan pembahasan di paddock. Insiden yang dipicu oleh kesalahan pengereman Jorge Martin memang menjadi penyebab utama kecelakaan beruntun tersebut, namun menurut Diogo Moreira ada faktor lain yang ikut meningkatkan risiko terjadinya tabrakan.
Pembalap LCR Honda itu menilai penggunaan start device atau ride-height device membuat proses pengereman menuju tikungan pertama menjadi jauh lebih sulit, terutama di Sirkuit Balaton Park yang memiliki area pengereman keras sesaat setelah start.
Moreira Soroti Peran Start Device
Dalam komentarnya setelah balapan, Diogo Moreira menjelaskan bahwa tikungan pertama Balaton Park memang sudah dikenal sebagai salah satu titik paling sulit untuk menghentikan motor setelah start.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin rumit karena pengaruh start device yang masih digunakan para pembalap saat melaju menuju tikungan pertama.
“Selalu sulit menghentikan motor di tikungan pertama di sini, dan menjadi lebih buruk lagi dengan device,” kata Moreira.
Pembalap asal Brasil itu mengaku melihat Jorge Martin mengalami front lock atau roda depan terkunci saat pengereman. Setelah itu Martin sedikit melepas tekanan rem sebelum akhirnya kehilangan kendali dan memicu tabrakan beruntun.
Meski demikian, Moreira tidak sepenuhnya menyalahkan pembalap Aprilia tersebut.
“Pada akhirnya hal seperti itu bisa terjadi. Saya pikir mereka baik-baik saja setelah kecelakaan itu,” ujarnya.
Jorge Martin Tetap Jadi Pemicu Insiden
Sebelumnya, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola secara terbuka menyebut kesalahan pengereman Jorge Martin sebagai penyebab utama kecelakaan di tikungan pertama.
Martin kehilangan kendali saat memasuki area pengereman dan menabrak bagian samping motor rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Insiden tersebut memicu kekacauan besar yang melibatkan beberapa pembalap lain di belakang.
Akibat kecelakaan itu, peluang Aprilia untuk meraih hasil maksimal di Balaton Park langsung hancur sejak lap pertama.