finnews.id – Marc Marquez akhirnya kembali merasakan kemenangan grand prix setelah melewati masa sulit akibat cedera bahu yang mengganggu performanya sepanjang musim 2026. Pembalap Ducati itu tampil gemilang di Sirkuit Balaton Park dan mengamankan kemenangan pada MotoGP Hungaria, Minggu (7/6/2026).
Kemenangan tersebut menjadi kemenangan balapan utama pertama Marquez sejak GP Misano musim lalu sekaligus menandai kebangkitannya setelah menjalani operasi tambahan akibat masalah saraf pada bahu kanan yang cedera dalam insiden di Indonesia.
Meski sukses meraih hasil sempurna dengan kemenangan Sprint dan Grand Prix dalam satu akhir pekan, Marquez mengaku dirinya belum siap membicarakan peluang merebut gelar juara dunia MotoGP 2026.
Kemenangan yang Datang Setelah Masa Sulit
Dalam wawancara setelah balapan, Marquez mengakui bahwa perjalanan menuju kemenangan di Hungaria tidaklah mudah. Cedera yang dialaminya beberapa bulan terakhir memberikan dampak besar, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental.
“Saya sudah mengalami comeback lagi. Tetapi comeback ini sebenarnya belum selesai,” kata Marquez.
Menurutnya, karakteristik Balaton Park yang memiliki lebih banyak tikungan kiri dibanding tikungan kanan turut membantu kondisi bahunya yang belum sepenuhnya pulih.
Marquez bahkan menyebut kemenangan tersebut terasa “mahal” karena penderitaan yang harus ia lalui sejak mengalami cedera di Indonesia.
“Saya merasa kemenangan ini terlalu mahal karena sejak Indonesia saya sudah sangat menderita,” ujarnya.
Pembalap Spanyol itu mengingat kembali pengalaman pahit cedera panjang yang pernah dialaminya pada 2020. Saat itu, kariernya sempat terhenti akibat cedera lengan yang serius.
Ia mengaku situasi kali ini mengingatkannya bahwa kehidupan seorang atlet dapat berubah hanya dalam hitungan detik.
Duel Sengit dengan Pedro Acosta
Kemenangan Marquez di Hungaria tidak diraih dengan mudah. Ia harus menghadapi perlawanan ketat dari pembalap muda KTM, Pedro Acosta.
Keduanya terlibat duel agresif sepanjang beberapa lap yang menjadi salah satu momen paling menarik dalam balapan.
Marquez menggunakan ban medium, sementara Acosta memilih ban soft. Perbedaan strategi tersebut membuat pertarungan berlangsung sengit hingga beberapa kali terjadi kontak ringan antara kedua pembalap.
Meski demikian, Marquez memuji cara Acosta bertarung.
“Ketika seorang petarung bertemu petarung lain, pertarungan seperti itu pasti terjadi,” kata Marquez.
Ia menilai Acosta tetap memberikan ruang yang cukup dalam setiap manuver sehingga duel berjalan keras namun tetap bersih.
Menurut Marquez, jika pertarungan itu berlangsung lebih lama, hasilnya mungkin tidak akan berakhir dengan baik bagi salah satu pihak.