Bahu Belum Pulih 100 Persen
Walaupun berhasil menang, Marquez mengakui kondisi fisiknya masih jauh dari ideal.
Ia merasa belum mampu mengendarai motor sesuai dengan gaya balap yang selama ini menjadi ciri khasnya. Bahkan setelah menyalip Acosta, ia mengaku menghabiskan banyak energi karena kondisi bahunya belum sepenuhnya pulih.
“Saya masih jauh dari performa yang saya inginkan. Tetapi saya tetap cepat,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kemenangan di Hungaria belum membuat Marquez merasa telah kembali ke level terbaiknya.
Masih Menolak Membahas Perebutan Gelar
Hasil di Hungaria memang memberikan tambahan poin besar bagi Marquez. Ia berhasil mengumpulkan 37 poin sepanjang akhir pekan dan memangkas jarak dengan pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi.
Situasi semakin menguntungkan karena Bezzecchi gagal meraih poin setelah terlibat insiden pada tikungan pertama yang dipicu rekan setimnya sendiri, Jorge Martin.
Namun demikian, Marquez tetap menolak menempatkan dirinya sebagai kandidat kuat juara dunia.
“Saat ini kami belum dalam kondisi yang cukup baik untuk bertarung memperebutkan gelar,” tegasnya.
Ia mencontohkan bahwa hanya beberapa pekan sebelumnya di Mugello dirinya masih tertinggal sekitar 10 detik dari pemenang balapan.
Karena itu, Marquez memilih menunggu beberapa seri berikutnya, termasuk Brno dan Assen, sebelum benar-benar menilai peluangnya dalam perebutan gelar.
Ingin Menikmati Balapan
Salah satu perubahan terbesar yang dirasakan Marquez musim ini adalah cara pandangnya terhadap balapan.
Setelah bertahun-tahun menempatkan tekanan besar pada dirinya sendiri untuk selalu menang, kini ia mencoba menikmati setiap momen yang dijalani.
Marquez mengaku berbagai cedera dan tantangan yang dialaminya membuat dirinya lebih menghargai kesempatan untuk tetap bisa bersaing di level tertinggi MotoGP.
“Saya ingin lebih santai, tetap dengan intensitas yang sama, tetapi lebih menikmati semuanya,” katanya.
Pendekatan tersebut tampaknya mulai membuahkan hasil. Tanpa terlalu membebani diri sendiri, Marquez mampu kembali berdiri di podium tertinggi dan menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu pembalap paling berbahaya di MotoGP.