Martin Dinilai Melakukan Kesalahan Besar
Meski membela perlunya kajian mendalam terkait regulasi teknis, Rivola tidak menutupi fakta bahwa penyebab utama insiden Balaton Park berasal dari kesalahan Jorge Martin sendiri.
Rivola menyebut kesalahan tersebut sebagai sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang juara dunia.
Akibat insiden tersebut, Martin telah dijatuhi hukuman double long lap penalty oleh steward MotoGP yang akan dijalankan pada Grand Prix Republik Ceko mendatang.
Overtaking Bukan Alasan Menurut Aprilia
Muncul pula pendapat bahwa semakin sulitnya melakukan overtaking di MotoGP modern membuat para pembalap lebih agresif pada lap-lap awal sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Namun, Rivola tidak sepakat dengan pandangan tersebut. Ia menilai peluang menyalip masih cukup terbuka, terutama jika pembalap mampu memanfaatkan potensi motor secara maksimal.
Sebagai contoh, Rivola menunjuk performa Ai Ogura yang beberapa kali mampu menyalip banyak rival dalam satu balapan menggunakan motor Aprilia.
Menurutnya, hal tersebut membuktikan bahwa masalah utama bukan terletak pada sulitnya melakukan overtaking, melainkan pada keputusan dan manajemen risiko yang diambil pembalap saat balapan berlangsung.
Penutup
Kecelakaan massal di Tikungan 1 MotoGP Hungaria kembali membuka diskusi besar mengenai keselamatan dan masa depan ride height device. Meski tekanan untuk mempercepat pelarangan perangkat tersebut semakin kuat, Aprilia memilih mendorong pendekatan berbasis data dan evaluasi teknis sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, insiden yang melibatkan Jorge Martin juga menjadi pengingat bahwa faktor kesalahan manusia masih memainkan peran besar dalam kecelakaan balap. MotoGP kini menghadapi tantangan untuk menemukan keseimbangan antara inovasi teknologi, performa motor, dan keselamatan para pembalap di lintasan.
Referensi:
- Crash.net — “Should Hungary MotoGP pile-up lead to ride height device ban? Aprilia boss weighs in” oleh Lewis Duncan.