finnews.id – Nasib buruk menimpa pembalap Mercedes, George Russell, pada balapan Formula 1 Grand Prix Monaco. Harapan meraih poin penting dalam persaingan gelar justru berakhir dengan kekecewaan setelah ia menerima penalti ganda akibat kesalahan prosedur yang dilakukan timnya sendiri.
Bos Mercedes, Toto Wolff, bahkan secara terbuka mengakui bahwa timnya bertanggung jawab atas insiden yang membuat Russell terlempar dari posisi yang berpotensi menghasilkan poin besar.
Penalti Berawal dari Pelanggaran Kecepatan di Pit Lane
Masalah Russell bermula ketika ia menerima penalti lima detik karena melaju melebihi batas kecepatan di jalur pit. Situasi kemudian semakin rumit saat mobil keselamatan masuk menjelang akhir balapan.
Ketika Russell masuk pit lane untuk menjalani hukuman tersebut, kru Mercedes langsung mulai menangani mobilnya. Padahal, sesuai regulasi, penalti lima detik harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pekerjaan apa pun dilakukan pada mobil.
Kesalahan prosedur itu membuat penalti awal dianggap tidak dijalankan dengan benar. Steward kemudian meningkatkan hukuman menjadi drive-through penalty, sebuah sanksi yang menghancurkan peluang Russell untuk finis di posisi lima besar.
Mercedes Mengaku Bersalah
Toto Wolff tidak mencari alasan atas insiden tersebut. Ia mengakui bahwa komunikasi tim gagal berjalan sebagaimana mestinya pada momen krusial tersebut.
Menurut Wolff, Mercedes harus mengevaluasi proses komunikasi internal karena tim gagal mengantisipasi kedatangan Russell ke pit box dan tidak mampu memastikan prosedur penalti dijalankan sesuai aturan.
Kesalahan itu menjadi semakin mahal karena Russell sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan hasil positif di Monaco.
Russell Mengaku Sangat Frustrasi
Setelah balapan berakhir, Russell mengungkapkan rasa frustrasinya atas kekacauan yang terjadi.
Pembalap asal Inggris itu menjelaskan bahwa situasi berlangsung sangat cepat. Ia sempat menanyakan kepada tim apakah akan melakukan pergantian ban atau tidak ketika rombongan mobil diarahkan melewati pit lane.
Russell mengaku tidak memperoleh jawaban yang jelas sebelum memasuki pit box. Melihat set ban sudah siap, ia mengira prosedur yang dijalankan sudah benar.
Namun pada akhirnya steward memutuskan bahwa hukuman lima detik tidak dilaksanakan sesuai regulasi, sehingga penalti drive-through tetap diberikan.
Russell bahkan menilai keuntungan yang diperoleh dari kesalahan tersebut nyaris tidak ada. Menurutnya, ia mungkin hanya mendapatkan keuntungan sepersepuluh detik, tetapi harus kehilangan banyak posisi di klasemen balapan.