finnews.id – Lando Norris mendesak McLaren untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengembangan mobil Formula 1 musim 2026 setelah kembali mengalami akhir pekan yang mengecewakan di Grand Prix Monaco.
Pembalap asal Inggris itu gagal finis akibat masalah power unit yang memaksanya menghentikan balapan lebih awal. Hasil tersebut menambah daftar kesulitan yang dialaminya sepanjang musim, termasuk kegagalan start di China dan sejumlah masalah teknis lainnya.
Bagi Norris, persoalan terbesar bukan hanya soal reliabilitas. Ia menilai performa McLaren saat ini terlalu tidak konsisten dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya.
Dari Kandidat Pemenang Menjadi Kesulitan Bersaing
Beberapa pekan sebelumnya, McLaren tampil sangat kompetitif di Miami dan bahkan nyaris meraih kemenangan. Namun situasinya berubah drastis ketika Formula 1 tiba di Monaco.
Tim asal Woking itu kesulitan menemukan kecepatan sejak sesi kualifikasi. Kedua mobil hanya mampu menempati baris keempat grid, jauh dari ekspektasi yang mereka tunjukkan pada seri-seri sebelumnya.
Norris mengaku kesulitan memahami bagaimana McLaren bisa tampil sangat kuat di satu lintasan tetapi kehilangan daya saing secara signifikan di trek lain.
Menurutnya, perbedaan performa yang terlalu besar menunjukkan bahwa karakter mobil saat ini hanya bekerja optimal pada kondisi tertentu.
Masalah Mesin Menambah Frustrasi
Selain persoalan performa, Norris juga kembali diganggu masalah teknis pada unit tenaga Mercedes yang digunakan McLaren.
Ia mengaku sempat mendengar berbagai suara tidak normal dari area mesin, turbo, dan baterai selama balapan berlangsung. Tim berusaha mencari solusi, tetapi masalah tersebut justru semakin memburuk hingga akhirnya mobil harus diparkir.
Situasi itu membuat Norris semakin frustrasi karena dirinya kini sudah menggunakan power unit ketiga musim ini. Jika kembali mengalami pergantian komponen, ia berpotensi menerima penalti grid pada balapan-balapan berikutnya.
Meski demikian, Norris tidak ingin menyalahkan satu pihak tertentu. Ia menilai masalah serupa juga dialami tim-tim lain yang menggunakan mesin Mercedes.
McLaren Diminta Membuat Mobil yang Lebih Lengkap
Fokus utama Norris kini adalah mendorong McLaren memahami alasan di balik inkonsistensi performa tersebut.