finnews.id – Marc Marquez kembali mengirim pesan kuat kepada para rivalnya dalam perebutan gelar MotoGP 2026. Setelah melewati masa sulit akibat cedera bahu yang berkepanjangan, pembalap Ducati itu akhirnya bangkit dengan meraih kemenangan bersejarah di MotoGP Hungaria.
Kesuksesan di Sirkuit Balaton Park bukan sekadar tambahan trofi bagi Marquez. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan ke-100 sepanjang karier grand prix-nya sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi meski belum berada dalam kondisi fisik terbaik.
Hasil tersebut juga membuat peluang Marquez dalam perebutan gelar dunia kembali terbuka. Meski masih tertinggal dari para pesaing di klasemen, jumlah poin yang tersedia hingga akhir musim membuat namanya belum bisa dicoret dari persaingan juara.
Bangkit Setelah Masa Sulit
Musim 2026 tidak berjalan mudah bagi Marquez. Cedera bahu yang berasal dari kecelakaan di Indonesia musim lalu terus memberikan dampak terhadap performanya di atas motor Ducati.
Meski masih mampu tampil cepat dalam sesi kualifikasi dan Sprint Race, hasil balapan utama tidak selalu sesuai harapan. Kondisi fisiknya bahkan memaksanya menjalani operasi setelah muncul gangguan pada saraf akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh cedera sebelumnya.
Operasi tersebut akhirnya membawa perkembangan positif. Marquez kembali turun balap di Mugello meski belum sepenuhnya pulih. Saat itu ia mengaku masih kesulitan mengembalikan kekuatan fisik dan kepercayaan dirinya.
Namun kerja keras selama masa pemulihan mulai menunjukkan hasil di Hungaria.
Kemenangan ke-100 yang Sangat Berarti
Balaton Park menjadi panggung sempurna bagi kebangkitan Marquez. Ia tampil dominan sejak awal akhir pekan dengan merebut pole position sebelum memenangkan Sprint Race.
Pada balapan utama, Marquez menghadapi perlawanan sengit dari Pedro Acosta. Pembalap KTM tersebut sempat memimpin dan membuka jarak lebih dari satu detik. Namun strategi penggunaan ban medium milik Marquez mulai bekerja ketika balapan memasuki fase tengah.
Secara perlahan ia memangkas selisih waktu sebelum akhirnya melancarkan serangan dan mengambil alih posisi terdepan. Setelah memimpin, Marquez langsung menjauh dan tidak memberikan kesempatan bagi Acosta untuk melakukan balasan.
Kemenangan itu menjadi kemenangan grand prix ke-100 dalam kariernya, sebuah pencapaian yang hanya mampu diraih oleh sedikit pembalap dalam sejarah olahraga balap motor.
Meski tidak merayakannya secara berlebihan, Marquez mengakui hasil tersebut memiliki makna yang sangat besar. Ia menyebut masa-masa sulit akibat cedera menjadi ujian mental yang bahkan lebih berat dibanding tantangan fisik yang harus dihadapinya.