finnews.id – Max Verstappen harus mengakhiri balapan Formula 1 Grand Prix Monaco 2026 lebih cepat dari yang diperkirakan. Pembalap Red Bull itu mengalami masalah teknis yang membuatnya gagal melanjutkan lomba bahkan sebelum balapan benar-benar berjalan normal.

Padahal, Verstappen datang ke Monte Carlo dengan peluang besar untuk meraih hasil maksimal. Juara dunia empat kali tersebut berhasil mengamankan posisi start kedua setelah tampil impresif di sesi kualifikasi.

Namun harapan untuk menantang kemenangan langsung sirna saat lampu start padam.

Masalah Muncul Sejak Formation Lap

Menurut Team Principal Red Bull, Laurent Mekies, tim telah berhasil mengidentifikasi sumber masalah yang menyebabkan Verstappen gagal finis di Monaco.

Mekies mengungkapkan bahwa gangguan tersebut sebenarnya sudah mulai muncul saat formation lap, sehingga Verstappen praktis tidak memiliki kesempatan untuk bersaing ketika balapan dimulai.

“Kami telah mengidentifikasi apa masalahnya. Gangguan itu muncul sejak formation lap dan tidak memberi kami ataupun Max kesempatan untuk bertarung,” ujar Mekies.

Meski demikian, Red Bull belum mengungkapkan secara rinci komponen apa yang mengalami kerusakan.

Red Bull Minta Maaf kepada Verstappen

Kegagalan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Verstappen dan tim sebelumnya berhasil menemukan performa kompetitif di salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender Formula 1.

Mekies bahkan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada sang pembalap.

“Tentu kami hanya bisa meminta maaf kepada Max karena pekerjaan yang ia lakukan bersama tim untuk mencapai level performa seperti itu di Monaco sungguh luar biasa,” katanya.

Red Bull juga mengungkapkan bahwa unit tenaga yang digunakan Verstappen di Monaco merupakan mesin pertama yang dipakai sepanjang musim 2026 dan memang sudah dijadwalkan untuk diganti setelah balapan tersebut.

Verstappen Sudah Merasakan Keanehan Sebelum Start

Verstappen mengaku telah merasakan ada sesuatu yang tidak beres bahkan sebelum balapan dimulai.