Home Kurs Rupiah Rebound Saat Pasar Abaikan Drama AS-Iran, Tapi Ada Alarm yang Belum Padam
Kurs

Rupiah Rebound Saat Pasar Abaikan Drama AS-Iran, Tapi Ada Alarm yang Belum Padam

Bagikan
Rupiah menguat tipis ke Rp17.214 per dolar AS saat pasar mengabaikan kebuntuan AS-Iran, namun analis mengingatkan risikonya masih tinggi.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Nilai tukar rupiah membuka pekan dengan penguatan tipis, meski tensi geopolitik global belum reda. Pasar terlihat mulai mengesampingkan kegagalan perundingan Amerika Serikat dan Iran, sementara pelaku pasar menangkap peluang baru dari jalur diplomasi yang masih terbuka.

Berdasarkan data perdagangan Senin pagi 27 April 2026 pukul 09.06 WIB, rupiah berada di level Rp17.214 per dolar AS, menguat 15 poin atau 0,09 persen dibanding penutupan akhir pekan di Rp17.229 per dolar AS.

Sentimen Risk-On Dorong Rupiah Menguat

Penguatan ini muncul ketika pasar global mulai kembali memburu aset berisiko atau memasuki mode risk-on. Pelaku pasar menilai perkembangan diplomasi baru antara Teheran, Moskow, dan mediator regional masih membuka peluang de-eskalasi konflik, meski negosiasi sebelumnya menemui kebuntuan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat penguatan rupiah sejalan dengan rebound sejumlah mata uang regional dan utama dunia. Menurut dia, investor untuk sementara mengabaikan kegagalan pembicaraan damai AS-Iran yang sebelumnya sempat memicu kekhawatiran di pasar.

Harapan itu ikut ditopang langkah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menuju Moskow setelah rangkaian pembicaraan di Pakistan bersama Panglima Militer Jenderal Asim Munir, Perdana Menteri Shehbaz Sharif, dan Menlu Ishaq Dar.

Pergerakan diplomatik itu dinilai memberi ruang optimisme bahwa jalur negosiasi belum sepenuhnya tertutup. Di tengah pasar yang sensitif terhadap isu geopolitik, sinyal kecil seperti ini cukup memicu perubahan sentimen.

Rupiah Menguat, Tapi Risiko Belum Hilang

Meski menguat, pasar belum sepenuhnya tenang. Penguatan rupiah dinilai masih rapuh karena tekanan domestik belum sepenuhnya reda. Sentimen internal, termasuk kekhawatiran terhadap arus keluar modal dan volatilitas eksternal, masih menjadi perhatian investor.

Lukman memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.150 hingga Rp17.250 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Rentang tersebut menunjukkan pasar masih berhati-hati dan belum berani membentuk tren penguatan yang solid.

Bagikan
Artikel Terkait
Kurs

IHSG Berpotensi Sideways Pekan Ini, Pasar Pantau Sinyal Suku Bunga The Fed dan ECB

finnews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)...

Dolar AS kehilangan tenaga usai sinyal dovish menguat, pasar mulai berspekulasi soal pemangkasan suku bunga The Fed.
Kurs

Dolar AS Melemah, Sinyal The Fed Berubah? Pasar Mulai Bersiap untuk Era Suku Bunga Lebih Rendah

finnews.id – Dolar Amerika Serikat mulai kehilangan tenaga. Di tengah gejolak geopolitik...

Kurs

Dolar AS Melaju Kuat: Picunya, Ketegangan di Timteng dan Kebuntuan Perundingan AS-Iran

finnews.id – Pasar mata uang dunia kembali bergejolak di penghujung pekan ini....

Bitcoin ETF
Kurs

Harga Bitcoin Melejit ke 79.500 Dolar AS, Ternyata Ini Faktor Penentunya

finnews.id – Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan performa impresif dengan mendekati level...