Home Kurs Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.340, Pasar Panik Usai Kapal AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz
Kurs

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.340, Pasar Panik Usai Kapal AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz

Bagikan
Rupiah melemah ke Rp17.340 per dolar AS usai baku tembak kapal perang AS dan Iran di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasar.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat pagi (8/5/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah kapal perang Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terlibat baku tembak di kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.340 per dolar AS. Posisi ini turun 7 poin atau melemah 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026) yang berada di Rp17.333 per dolar AS.

Pergerakan rupiah kali ini terjadi saat dolar AS mulai bangkit atau rebound. Pelaku pasar global juga masih memantau arah konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan risiko di pasar keuangan.

Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Rupiah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi bergerak melemah terbatas seiring penguatan dolar AS setelah muncul laporan insiden saling baku tembak antara kapal perang Amerika Serikat dan Iran.

Menurut Lukman, ketegangan di Selat Hormuz langsung memicu sikap hati-hati investor. Meski begitu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam.

“Walau demikian pelemahan diperkirakan terbatas, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku,” kata Lukman saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Pasar melihat pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai sinyal bahwa eskalasi konflik belum menuju perang terbuka. Hal itu sedikit meredam kepanikan investor global.

Trump Sebut Serangan ke Iran Hanya “Sentuhan Lembut”

Donald Trump menegaskan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun sempat terjadi insiden baku tembak di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026).

Dalam pernyataannya kepada ABC News, Trump bahkan menyebut operasi militer AS ke wilayah Iran hanya sebagai “sentuhan kasih sayang”.

“Itu hanya sentuhan lembut yang sangat kecil. Sebenarnya, kita bisa saja menghantam mereka jauh lebih keras dari itu, tapi kita ingin lihat dulu apakah mereka benar-benar ingin berdamai atau tidak,” ujar Trump.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Kurs

Jepang Kucurkan Rp560 Triliun untuk Intervensi Yen, Strategi Kejutan di Tengah Libur Golden Week!

finnews.id – Kementerian Keuangan Jepang akhirnya membuktikan ancamannya. Setelah memberikan serangkaian peringatan...

Rupiah menguat ke Rp17.333 per dolar AS setelah pasar optimistis peluang damai AS-Iran makin terbuka.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Perkasa! Isu Damai AS-Iran Bikin Dolar AS Tersungkur

finnews.id – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026)...

Kurs

Dolar AS Tertekan Sinyal Damai Washington-Teheran, Yen Jepang Meroket Tajam!

radarpena.co.id – Pasar keuangan global mengalami guncangan cukup besar pada hari Rabu...

Rupiah menguat ke Rp17.387 setelah Trump bicara damai Iran. Dolar melemah, tapi ekonom mulai soroti data ekonomi RI.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Menguat! Sentimen Damai AS-Iran Bikin Dolar Melemah, Tapi Ada Sinyal Waspada

finnews.id – Pergerakan rupiah pada Rabu (6/5/2026) mencuri perhatian pasar. Mata uang...