finnews.id – Pasar keuangan global kembali bergejolak pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas memicu lonjakan harga minyak dunia sekaligus menekan bursa saham Asia sejak awal perdagangan.
Situasi makin panas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan ke sejumlah fasilitas militer Iran. Serangan itu menjadi respons atas insiden terhadap tiga kapal perang AS di Selat Hormuz dan sekaligus memupus harapan tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung mengguncang sentimen investor global. Harga minyak mentah Brent melonjak 2,7% hingga menembus level US$102 per barel, sementara mayoritas indeks saham Asia bergerak di zona merah.
Indeks Nikkei Jepang turun 0,6%, ASX200 Australia melemah 1,2%, sedangkan KOSPI Korea Selatan terkoreksi paling dalam hingga 2,0% pada perdagangan pagi ini.
Trump Sebut Serangan ke Iran Hanya “Peringatan Ringan”
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencoba meredam kepanikan pasar dengan menyebut serangan tersebut hanya sebagai “peringatan ringan”.
Trump juga menegaskan status gencatan senjata secara teknis masih berlaku. Namun, ia memperingatkan Iran agar segera menerima proposal perdamaian untuk mengakhiri konflik.
Pernyataan itu belum cukup menenangkan pelaku pasar. Investor tetap khawatir ketegangan di Selat Hormuz dapat mengganggu distribusi energi global dan memicu lonjakan harga komoditas lebih lanjut.
Selat Hormuz selama ini menjadi salah satu jalur paling vital bagi distribusi minyak dan gas dunia. Ketika kawasan itu terganggu, pasar energi global biasanya langsung bereaksi keras.
Harga Emas dan Logam Industri Bergerak Beragam
Dari pasar komoditas, harga emas melemah tipis meski masih bertahan di atas level US$4.700 per ons troi.
Penguatan indeks dolar AS atau DXY menjadi salah satu faktor yang menahan laju emas. Kondisi tersebut juga ikut menekan mayoritas logam industri.
Harga nikel turun 0,7%, sedangkan tembaga melemah 0,4%. Namun secara akumulatif sejak akhir Maret 2026, kedua komoditas itu masih mencatat kenaikan signifikan masing-masing sebesar 13% dan 12%.
- analisis pasar saham Asia terbaru
- AS - Iran
- BBNI
- bbri
- dampak konflik AS Iran terhadap IHSG
- Grup Barito
- Harga Emas
- harga minyak dunia
- harga minyak dunia tembus 102 dolar
- harga timah
- harga timah naik 2026
- Headline
- IHSG
- MSCI Review 2026
- MSCI review Mei 2026 Indonesia
- outlook saham perbankan Indonesia
- Pasar Saham Asia
- pengaruh perang Timur Tengah terhadap pasar global
- penyebab bursa Asia melemah hari ini
- Perang Timur Tengah
- saham bank
- saham bank penopang IHSG hari ini
- saham Grup Barito turun tajam
- saham properti
- Selat Hormuz
- TINS