Home Market Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG
Market

Perang Timur Tengah Memanas, Bursa Asia Rontok! Saham Bank RI Jadi Penyelamat IHSG

Bagikan
Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Konflik AS-Iran bikin harga minyak melonjak dan bursa Asia rontok. Saham bank besar RI justru jadi penopang IHSG.
Bagikan

Kenaikan tersebut didorong kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan bahan baku sulfur dari Timur Tengah yang berpotensi mengganggu rantai pasok global.

Sementara itu, timah menjadi komoditas paling bersinar. Harga timah melonjak 27% sejak akhir Maret hingga mencapai level US$54.700 per ton.

Kondisi tersebut membuat saham PT Timah Tbk atau TINS menjadi sorotan pasar. Lonjakan harga timah diperkirakan dapat memperkuat kinerja keuangan perseroan dalam beberapa kuartal ke depan.

Pasar juga mulai mencermati peluang TINS masuk ke indeks MSCI Small Cap pada Agustus mendatang.

Saham Big Bank Jadi Penopang IHSG

Di tengah tekanan global, saham-saham perbankan berkapitalisasi besar justru menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini.

Investor asing mulai kembali masuk ke saham Big-4 perbankan, terutama BBNI dan BBRI yang mencatatkan net buy dalam perdagangan pekan ini.

Valuasi yang dinilai sangat murah menjadi daya tarik utama sektor perbankan nasional.

Pada level saat ini, valuasi price to book value (PBV) dan price earning ratio (PE) saham bank besar disebut berada di level terendah sejak 2008.

Selain faktor valuasi, membaiknya harapan perdamaian global sebelumnya juga ikut mendorong minat beli investor asing.

Namun, memanasnya kembali konflik Timur Tengah diperkirakan bisa memicu aksi ambil untung atau taking profit dalam jangka pendek.

Meski begitu, kondisi tersebut dinilai masih dapat dimanfaatkan investor melalui strategi buy on weakness.

MSCI Review Bikin Pasar Deg-Degan

Pasar saham domestik juga mulai bersiap menghadapi pengumuman MSCI May 2026 Review yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Mei 2026 atau 13 Mei pagi waktu Indonesia.

Dalam rebalancing kali ini, MSCI diperkirakan hanya akan melakukan pengecualian emiten atau penurunan kategori dari Standard ke Small Cap.

Tekanan pasar menjelang pengumuman mulai terasa terutama pada saham-saham konglomerasi. Pelaku pasar terlihat mengurangi spekulasi karena jadwal pengumuman berdekatan dengan libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada 14-17 Mei 2026.

Saham Grup Barito Rontok

Seluruh saham Grup Barito mengalami koreksi tajam pada perdagangan kemarin.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
IHSG sempat naik ke 7.182 sebelum berbalik melemah. Asing tercatat net sell Rp360,3 miliar di awal perdagangan.
Market

IHSG Sempat Terbang ke 7.182 Lalu Berbalik Merah, Asing Lepas Rp360 Miliar!

Selain infrastruktur, hanya dua sektor lain yang berhasil bertahan di zona hijau,...

Harga CPO bergerak datar dan terancam turun mingguan kedua usai konflik AS-Iran memicu lonjakan harga minyak dunia.
Market

Harga CPO Susah Bangkit! Konflik AS-Iran Bikin Minyak Sawit Bergerak Labil

Pasar khawatir situasi tersebut dapat mengganggu stabilitas distribusi energi global, terutama di...

Market

Amazon Prime Video Kucurkan Rp1,6 Triliun untuk Produksi Konten Berbahasa Prancis Tahun Ini

finnews.id – Kabar menarik datang dari industri hiburan digital Eropa. Amazon Prime...

Market

Prediksi Lanxess: Harga Minyak Dunia Bakal Betah di Kisaran $100-$110 Per Barel!

finnews.id – Perusahaan raksasa kimia asal Jerman, Lanxess, memprediksi harga minyak dunia...