finnews.id – Pemerintah Kota Cilegon mulai melakukan langkah besar dalam modernisasi pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan.
Pemkot resmi menjalin kerja sama dengan Bank Banten melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), terkait layanan perbankan untuk operasional RSUD Kota Cilegon.
Kesepakatan tersebut ditandatangani langsung di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon dan dihadiri sejumlah pejabat daerah, jajaran Bank Banten, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten.
Wali Kota Cilegon, Robinsar menyebut, kerja sama ini menjadi tahap awal dalam mempersiapkan sistem pelayanan perbankan yang lebih modern dan efisien di lingkungan RSUD.
“Alhamdulillah hari ini kita melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank Banten dan Pemerintah Kota Cilegon terkait operasional pelayanan di RSUD Kota Cilegon. Ini menjadi langkah awal, sebuah penjajakan untuk persiapan ke depan. Mudah-mudahan Allah memberikan kemudahan dan kelancaran, sehingga tahun depan Insyaallah RKUD kita dapat berproses ke Bank Banten,” ungkap Robinsar.
Menurutnya kolaborasi tersebut bukan hanya soal layanan transaksi rumah sakit, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Cilegon dalam menyiapkan pengelolaan keuangan daerah yang lebih terintegrasi.
Pemkot Cilegon juga membuka peluang, agar nantinya Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dapat dikelola oleh Bank Banten.
“Kami di daerah punya bank sendiri, provinsi juga punya. Ini bentuk dukungan pemerintah daerah untuk membesarkan bank lokal. Komitmen kami tidak hanya kepada Bank Banten, tetapi juga kepada BPR Syariah Cilegon. Kita ingin sama-sama tumbuh dan berkembang,” jelasnya.
Namun proses itu dipastikan akan dilakukan bertahap, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kualitas layanan publik.
Robinsar menegaskan pihaknya tidak ingin perpindahan sistem justru mengganggu pelayanan masyarakat. Karena itu, evaluasi dan penguatan sarana-prasarana menjadi fokus utama sebelum seluruh proses berjalan penuh.
“Masih ada proses yang harus disiapkan. Dari sisi sarana-prasarana semua harus dioptimalkan agar saat peralihan nanti tidak mengurangi kualitas pelayanan. Saya minta Bank Banten terus melakukan evaluasi terhadap seluruh kekurangan yang ada agar semuanya siap ketika waktunya tiba,” ucapnya.