Home Nasional Harga Minyak Dunia Anjlok ke Bawah US$100, Sinyal Damai AS-Iran Picu Aksi Jual
Nasional

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Bawah US$100, Sinyal Damai AS-Iran Picu Aksi Jual

Bagikan
Harga Minyak
Bagikan

finnews.id – Harga minyak mentah dunia mengalami koreksi tajam pada penutupan perdagangan Kamis (7/5). Pasar merespons sentimen positif terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent terpantau merosot US$8,60 atau sekitar 7,83 persen ke level US$101,27 per barel. Untuk pertama kalinya sejak 22 April lalu, harga Brent bahkan sempat menyentuh angka di bawah psikologis US

$100 selama sesi perdagangan berlangsung. Tren serupa juga menimpa minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) yang anjlok US$7,19 atau 7,03 persen ke posisi US$95,08 per barel.

Sinyal Kesepakatan Diplomatik

 

Penurunan harga ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran hampir mencapai titik temu. Reuters melaporkan bahwa kedua negara sedang menyusun memorandum kesepakatan satu halaman melalui perantara diplomatik Pakistan. Pihak Iran mengonfirmasi bahwa mereka tengah meninjau proposal baru dari pemerintah AS dan akan segera mengirimkan jawaban resmi dalam waktu dekat.

Media Amerika, Axios, menyebutkan bahwa AS kini sedang menunggu respons Iran mengenai beberapa poin krusial dalam 48 jam ke depan. Sumber internal mengungkapkan bahwa ini merupakan kemajuan paling signifikan sejak konflik pecah pada Februari lalu.

Meskipun demikian, Presiden Donald Trump memberikan pernyataan bernada hati-hati. Ia menyebut bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan dialog langsung secara tatap muka dengan Teheran. Di sisi lain, parlemen Iran menganggap proposal AS saat ini masih menyerupai “daftar keinginan” daripada sebuah realitas politik yang matang.

 

Harapan Pembukaan Selat Hormuz

 

Pasar energi juga menaruh harapan besar pada normalisasi jalur distribusi minyak dunia. Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn, menilai optimisme pasar meningkat terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini sangat vital karena menjadi urat nadi distribusi minyak mentah global.

Meskipun militer AS baru-baru ini menghancurkan beberapa kapal kecil Iran untuk mengamankan kapal-kapal yang terjebak, investor tetap meyakini bahwa stabilitas akan segera kembali. Pembukaan kembali selat ini menjadi kunci utama untuk menurunkan tekanan harga yang sempat melonjak tajam sejak awal tahun.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Larangan mengajar 2027 ditakutkan memicu krisis guru besar-besaran. Kebijakan ini terasa seperti "vonis mati" bagi karier guru honorer.
NasionalNews

Peringatan Keras! Larangan Mengajar Guru Honorer Berlaku 2027, DPRD Jatim Teriak

Finnews.id – Jakarta – Kabut tebal mulai membuat masa depan jutaan tenaga...

BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi Online (Judol) di Gedung Perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat (Jakbar).
NasionalNews

321 Pelaku Sindikat Judol Hayam Wuruk Tertangkap, Markas Bergeser

Finnews.id – Jakarta – BareskrimPolri berhasil menahan sebanyak 321 pelaku sindikat Judi...

Libur Kenaikan Yesus Kristus 2026 hanya dua hari, yakni libur nasional pada tanggal 14 Mei dan cuti bersama pada 15 Mei.
Nasional

Libur Kenaikan Yesus Kristus dan Cuti Bersama, Gaji Dipotong atau Tidak?

Finnews.id – Jakarta – Pada Tahun 2026 ini, umat Kristiani akan memperingati...

Nasional

Viral Kiai Usman Ridho Tegur Pemain Keyboard saat Ceramah: Ini Kiai, Bukan Pelawak!

finnews.id – Jagat maya kembali heboh dengan unggahan video yang memperlihatkan sosok...