finnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus memperluas kolaborasi internasional dengan Turki dalam pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung program kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa hubungan dengan berbagai lembaga Turki telah terjalin erat dan menghasilkan sejumlah program konkret yang berdampak bagi masyarakat.
“Kerja sama antara Baznas dan pihak Turki selama ini berjalan sangat baik, terutama di bidang kemanusiaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Dalam kemitraan ini, Baznas turut menggandeng sejumlah lembaga internasional asal Turki, seperti Turkish Cooperation and Coordination Agency (TİKA), yang sebelumnya mendapat penghargaan sebagai mitra internasional terbaik pada Baznas Awards 2025.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, di antaranya pengembangan usaha bagi kelompok rentan, seperti Kafe Difabis Coffee and Tea, pesantren tahfiz difabel, serta fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM guna mendorong kemandirian mustahik.
Selain itu, Baznas juga aktif dalam misi kemanusiaan global. Pada peristiwa Gempa Turki 2023, Baznas berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Turki untuk menyalurkan bantuan berupa dana, logistik, hingga pengiriman tim tanggap bencana ke wilayah terdampak.
Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa’adi, menambahkan bahwa kerja sama ini diharapkan terus berlanjut, khususnya dalam sektor pendidikan.
Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap program beasiswa dan pengembangan Sekolah Cendekia Baznas (SCB) guna memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat program pendidikan dan membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda,” kata Zainut.
Sementara itu, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, mengapresiasi peran Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat di Indonesia.
Ia menyatakan Turki siap memperluas kerja sama melalui berbagai lembaga pemerintah dan kemanusiaan, seperti Turkiye Diyanet Foundation, Turkish Red Crescent, serta Disaster and Emergency Management Authority.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran zakat sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat global.