finnews.id – Upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat, hingga kini masih terus dilakukan di berbagai daerah.
Proyek yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah ini, kini digenjot dengan menambah ratusan tenaga kerja serta penerapan sistem kerja bergilir.
“Setiap kendala harus direspons terbuka, dikoordinasikan dengan seluruh stakeholder, dan diselesaikan dengan solusi yang tepat. Target penyelesaian harus tetap dijaga,” kata Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas.
Perusahaan konstruksi BUMN, PT Nindya Karya (Persero), mengambil langkah strategis dengan meningkatkan jumlah pekerja hingga sekitar 700 orang.
Selain itu, sistem kerja double shift diterapkan agar progres pembangunan dapat berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan target penyelesaian.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek selesai sesuai jadwal, yang telah ditentukan.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat.
Fokus pada Ketepatan Waktu dan Kualitas
Pihak manajemen menegaskan bahwa percepatan proyek tidak hanya berorientasi pada waktu, tetapi juga tetap menjaga mutu pekerjaan.
Setiap kendala yang muncul di lapangan harus segera diatasi melalui koordinasi yang baik antar pihak terkait, agar tidak menghambat progres pembangunan.
Selain itu, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek.
Hal ini penting untuk memastikan seluruh tenaga kerja dapat menjalankan tugasnya dengan aman, selama proses pembangunan berlangsung.
Proyek Berlangsung di Beberapa Wilayah
Pembangunan Sekolah Rakyat saat ini difokuskan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Takalar dan Kota Makassar.
Di Takalar, proyek berdiri di atas lahan sekitar 58 ribu meter persegi, sementara di Makassar mencapai lebih dari 71 ribu meter persegi.
“Di Takalar, proyek masih berada dalam tahap penyelesaian dengan waktu pengerjaan yang tersisa. Untuk memastikan target dapat tercapai, tim proyek telah melakukan berbagai langkah percepatan, di antaranya dengan menambah tenaga kerja hingga sekitar 700 orang serta menerapkan sistem kerja double shift,” ucapnya.