finnews.id – Insiden pecah ban yang dialami sejumlah kendaraan di ruas Tol Jagorawi, sempat menjadi perhatian publik dan muncul banyak komentar.
Kejadian ini bahkan viral di media sosial, karena terjadi hampir bersamaan pada beberapa mobil yang melintas di jalur tersebut.
Setelah dilakukan penelusuran oleh petugas, ditemukan bahwa penyebab utama insiden tersebut adalah kerusakan pada permukaan jalan.
Total terdapat delapan titik bermasalah yang berada di rentang KM 17 hingga KM 22 arah Ciawi, sehingga langsung dilakukan penanganan.
Perbaikan Cepat Dilakukan
Pengelola Jalan Tol Jagorawi, PT Jasamarga melalui unit regionalnya, langsung mengambil langkah perbaikan guna menyamanan bagi masyarakat.
Proses ini mencakup penanganan sementara hingga perbaikan permanen, agar kondisi jalan kembali aman dilalui kendaraan.
Perbaikan dilakukan secara bertahap, termasuk pada malam hari, agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Kami terus memantau hasil pekerjaan untuk mencegah kerusakan berulang, mempertimbangkan intensitas hujan yang masih cukup tinggi di wilayah Jalan Tol Jagorawi,” ungkap Senior General Manager JMT Regional Division, Widiyatmiko Nursejati.
Selain itu, kondisi cuaca seperti hujan yang masih tinggi juga menjadi pertimbangan dalam proses pengerjaan agar hasilnya lebih optimal.
Respons atas Keluhan Pengguna Jalan
Keluhan dari pengguna jalan, menjadi pemicu utama dilakukannya pengecekan menyeluruh.
Pengelola Tol Jagorawi mengakui adanya gangguan kenyamanan akibat kerusakan jalan, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna tol.
Sebagai bentuk tanggung jawab, petugas juga dikerahkan di lapangan, termasuk layanan derek dan mobile customer service untuk membantu kendaraan yang mengalami kendala.
Penggantian Kerugian Disiapkan
Tidak hanya melakukan perbaikan fisik jalan, pihak pengelola juga membuka proses klaim bagi pengguna jalan yang terdampak pecah ban.
Data korban pecah ban kini telah dikumpulkan, untuk menindaklanjuti penggantian kerugian akibat kerusakan kendaraan.