finnews.id – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU), tengah mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur di jalur Lokop–Pining, Provinsi Aceh, yang terputus akibat bencana alam.
Gangguan ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan abrasi sungai serta longsor, sehingga akses transportasi warga terganggu.
Kerusakan dilaporkan terjadi di dua titik yang berada di sekitar aliran Sungai Pining, tepatnya di wilayah Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.
Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat, termasuk distribusi logistik, menjadi terhambat dan membutuhkan penanganan segera.
Sebagai langkah awal, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Aceh serta pemerintah daerah setempat.
Fokus utama penanganan berada pada pengendalian aliran sungai yang menggerus badan jalan, hingga menyebabkan putusnya akses.
“Yang paling utama bagi kami adalah menjaga akses tetap terbuka. Jalur masuk untuk kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak boleh terputus. Masyarakat tidak boleh mengalami kesulitan akibat terhambatnya distribusi,” ungkap Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Untuk mengatasi kondisi darurat, pemerintah menyiapkan strategi teknis berupa pengalihan sementara aliran sungai di lokasi terdampak.
Upaya ini bertujuan mengurangi tekanan arus air terhadap badan jalan, sekaligus mempercepat proses pemulihan akses transportasi.
Selain itu, alat berat juga mulai dimobilisasi guna mendukung pekerjaan di lapangan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut menjadi prioritas utama.
Ia menekankan pentingnya menjaga kelancaran akses bagi masyarakat, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok.
Jalur Lokop – Pining sendiri, memiliki peran vital sebagai penghubung utama bagi masyarakat setempat.
Selain menunjang distribusi logistik, jalan ini juga menjadi akses penting menuju layanan kesehatan, pendidikan, dan berbagai aktivitas ekonomi warga.