Home Kurs Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak
Kurs

Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak

Bagikan
Rupiah jatuh ke rekor terendah saat konflik AS-Iran memicu lonjakan minyak dan tekanan besar pada mata uang Asia.
Mata uang Rupiah (Pexels - Robert Lens)
Bagikan

finnews.id – Gejolak global kembali menghantam pasar keuangan Asia. Nilai tukar mata uang di kawasan emerging market kompak melemah hingga penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026), dipicu eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang semakin memanas.

Tekanan ini tidak hanya menyeret rupiah ke titik terendah sepanjang sejarah, tetapi juga menekan mata uang lain seperti peso Filipina dan baht Thailand. Di sisi lain, hanya segelintir mata uang yang mampu bertahan, salah satunya ringgit Malaysia yang relatif lebih stabil.

Konflik AS-Iran Picu Lonjakan Harga Minyak

Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan di kawasan Teluk. Kedua negara berebut kendali atas Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Situasi ini menjadi eskalasi paling serius sejak gencatan senjata awal April. Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas, di mana harga minyak melonjak lebih dari 6%.

Harga minyak mentah Brent memang sempat terkoreksi tipis pada perdagangan pagi di Asia, namun tetap bertahan tinggi di atas USD113 per barel. Lonjakan ini memicu kekhawatiran inflasi, terutama bagi negara-negara pengimpor minyak di Asia.

Rupiah Terpuruk, Sentuh Level Terendah Sepanjang Masa

Rupiah menjadi salah satu mata uang yang paling terpukul. Nilai tukar terhadap dolar AS melemah untuk hari keenam berturut-turut hingga menyentuh level 17.445 per dolar. Ini menjadi rekor terendah baru, sekaligus pertama kalinya rupiah menembus batas psikologis 17.400.

Sejak konflik AS-Iran memanas pada akhir Februari, rupiah telah terdepresiasi sekitar 4%. Tekanan eksternal yang kuat membuat pergerakan rupiah semakin sulit dikendalikan.

Bank Indonesia merespons kondisi ini dengan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasar. Otoritas moneter menyatakan akan mengambil langkah yang konsisten dan terukur guna meredam gejolak nilai tukar.

Mata Uang Asia Kompak Melemah

Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah mata uang Asia lainnya juga mengalami pelemahan signifikan.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Rupiah melemah ke Rp17.340 per dolar AS usai baku tembak kapal perang AS dan Iran di Selat Hormuz picu kekhawatiran pasar.
Kurs

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.340, Pasar Panik Usai Kapal AS-Iran Baku Tembak di Selat Hormuz

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan...

Kurs

Jepang Kucurkan Rp560 Triliun untuk Intervensi Yen, Strategi Kejutan di Tengah Libur Golden Week!

finnews.id – Kementerian Keuangan Jepang akhirnya membuktikan ancamannya. Setelah memberikan serangkaian peringatan...

Rupiah menguat ke Rp17.333 per dolar AS setelah pasar optimistis peluang damai AS-Iran makin terbuka.
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Perkasa! Isu Damai AS-Iran Bikin Dolar AS Tersungkur

finnews.id – Nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan Kamis (7/5/2026)...

Kurs

Dolar AS Tertekan Sinyal Damai Washington-Teheran, Yen Jepang Meroket Tajam!

radarpena.co.id – Pasar keuangan global mengalami guncangan cukup besar pada hari Rabu...