Home Kurs Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak
Kurs

Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak

Bagikan
Rupiah jatuh ke rekor terendah saat konflik AS-Iran memicu lonjakan minyak dan tekanan besar pada mata uang Asia.
Mata uang Rupiah (Pexels - Robert Lens)
Bagikan

Peso Filipina melemah 0,3% ke level 61,726 per dolar, mendekati rekor terendah sebelumnya. Bahkan sejak konflik berlangsung, mata uang ini sudah anjlok sekitar 7% dan menjadi yang terburuk di kawasan.

Kondisi ini diperparah oleh lonjakan inflasi di Filipina yang mencapai 7,2% pada April, jauh di atas ekspektasi 5,5%. Harga bahan bakar melonjak tajam, dengan solar naik 122,7% dan bensin melesat 60% ke level tertinggi sepanjang sejarah.

Baht Thailand juga tidak luput dari tekanan. Mata uang ini melemah hingga 32,84 per dolar dan telah turun sekitar 5,7% sejak konflik dimulai.

Menurut Chang Wei Liang, Strategis FX & Kredit di DBS, pelaku pasar kini cenderung mengurangi aset berisiko di tengah ketidakpastian global.

“Ketegangan di Selat Hormuz mendorong investor keluar dari aset berisiko. Hal ini menambah tekanan pada mata uang negara pengimpor di Asia,” ujarnya.

Ringgit Jadi Pengecualian, Didukung Stabilitas Domestik

Di tengah tekanan yang meluas, ringgit Malaysia justru menunjukkan ketahanan relatif. Meski sempat melemah 0,3% ke level 3,9620 per dolar, mata uang ini masih mencatat penguatan sekitar 1,9% sejak konflik dimulai.

Kinerja positif ini ditopang oleh stabilitas keuangan dan kondisi politik domestik yang dinilai lebih solid dibandingkan negara lain di kawasan.

IHSG Menguat, Tapi Masih Tertekan Sepanjang Tahun

Sementara itu, pasar saham menunjukkan pergerakan yang lebih beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 0,8% pada perdagangan hari ini.

Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk menutup tekanan sepanjang tahun. Secara year-to-date, IHSG masih melemah hingga 18,6%, dipengaruhi kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan tata kelola.

Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan. Data terbaru mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal pertama, menjadi yang tercepat dalam lebih dari tiga tahun.

Pasar Global Masih Dibayangi Risiko

Pergerakan pasar Asia saat ini mencerminkan tingginya sensitivitas terhadap risiko geopolitik. Lonjakan harga energi, tekanan inflasi, serta ketidakpastian jalur perdagangan global menjadi faktor utama yang membayangi.

Bagikan
Artikel Terkait
KursMarket

Promo Spesial 5.5 Alfamart Hari Ini: Pesta Diskon Es Krim hingga Camilan Beli 2 Gratis 1

Bagi para penggemar camilan legendaris masa kecil, Alfamart menawarkan promo heboh Beli...

Kurs

Tabel KUR BRI 2026 Plafon Rp80 Juta Bebas Jaminan: Syarat, Cara Pengajuan, dan Simulasi Cicilan

Wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Aturan perbankan mensyaratkan dokumen pajak...

Kurs

Rupiah Cetak Rekor Terlemah Rp17.365 Per Dolar Amerika, Ini Penyebab Utamanya

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat pada...

Kurs

Rincian Tabel Angsuran KUR BRI Mei 2026: Syarat, Jenis, dan Cara Mengajukan Pinjaman UMKM

Tenor 24 bulan: Rp 447.726 per bulan Tenor 36 bulan: Rp 308.771...