Peso Filipina melemah 0,3% ke level 61,726 per dolar, mendekati rekor terendah sebelumnya. Bahkan sejak konflik berlangsung, mata uang ini sudah anjlok sekitar 7% dan menjadi yang terburuk di kawasan.
Kondisi ini diperparah oleh lonjakan inflasi di Filipina yang mencapai 7,2% pada April, jauh di atas ekspektasi 5,5%. Harga bahan bakar melonjak tajam, dengan solar naik 122,7% dan bensin melesat 60% ke level tertinggi sepanjang sejarah.
Baht Thailand juga tidak luput dari tekanan. Mata uang ini melemah hingga 32,84 per dolar dan telah turun sekitar 5,7% sejak konflik dimulai.
Menurut Chang Wei Liang, Strategis FX & Kredit di DBS, pelaku pasar kini cenderung mengurangi aset berisiko di tengah ketidakpastian global.
“Ketegangan di Selat Hormuz mendorong investor keluar dari aset berisiko. Hal ini menambah tekanan pada mata uang negara pengimpor di Asia,” ujarnya.
Ringgit Jadi Pengecualian, Didukung Stabilitas Domestik
Di tengah tekanan yang meluas, ringgit Malaysia justru menunjukkan ketahanan relatif. Meski sempat melemah 0,3% ke level 3,9620 per dolar, mata uang ini masih mencatat penguatan sekitar 1,9% sejak konflik dimulai.
Kinerja positif ini ditopang oleh stabilitas keuangan dan kondisi politik domestik yang dinilai lebih solid dibandingkan negara lain di kawasan.
IHSG Menguat, Tapi Masih Tertekan Sepanjang Tahun
Sementara itu, pasar saham menunjukkan pergerakan yang lebih beragam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 0,8% pada perdagangan hari ini.
Namun, kenaikan tersebut belum cukup untuk menutup tekanan sepanjang tahun. Secara year-to-date, IHSG masih melemah hingga 18,6%, dipengaruhi kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan tata kelola.
Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan daya tahan. Data terbaru mencatat pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal pertama, menjadi yang tercepat dalam lebih dari tiga tahun.
Pasar Global Masih Dibayangi Risiko
Pergerakan pasar Asia saat ini mencerminkan tingginya sensitivitas terhadap risiko geopolitik. Lonjakan harga energi, tekanan inflasi, serta ketidakpastian jalur perdagangan global menjadi faktor utama yang membayangi.
- dampak perang AS Iran terhadap mata uang Asia
- ekonomi Indonesia
- emerging market
- harga minyak
- harga minyak dunia naik pengaruh ke inflasi Asia
- Headline
- ia emerging market
- IHSG
- inflasi
- kondisi terbaru nilai tukar As
- Konflik AS Iran
- mata uang asia
- Nilai Tukar
- pasar keuangan
- penyebab rupiah melemah terhadap dolar
- Rupiah
- rupiah terendah 2026 akibat konflik global