finnews.id – Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan tajam terhadap yen Jepang setelah otoritas Jepang dilaporkan turun tangan langsung di pasar valuta asing. Intervensi besar ini memicu pergerakan signifikan dan membuat pelaku pasar global kembali waspada terhadap arah kebijakan berikutnya.
Pada perdagangan Jumat (1/5), dolar AS mencatat potensi penurunan mingguan terbesar terhadap yen sejak Februari. Situasi ini terjadi setelah Jepang diduga melakukan aksi agresif untuk menopang mata uangnya yang sebelumnya tertekan cukup dalam.
Intervensi Jepang Bikin Dolar Tersungkur
Pergerakan dolar terhadap yen sempat anjlok drastis dari level sekitar 157,1 menjadi 155,49. Meski kemudian memangkas sebagian pelemahan, dolar tetap berada dalam tekanan dan terakhir tercatat naik tipis 0,26% ke level 157,04.
Langkah Jepang ini bukan tanpa alasan. Yen sebelumnya sempat menyentuh level 160,7 per dolar, titik terlemah sejak Juli 2024. Kondisi tersebut mendorong otoritas untuk bergerak cepat guna menahan pelemahan lebih lanjut.
Dua sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebutkan bahwa intervensi dilakukan dengan membeli yen dalam jumlah besar. Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah Jepang tidak tinggal diam menghadapi volatilitas mata uangnya.
Pasar Masih Cemas, Intervensi Bisa Berlanjut
Meski intervensi berhasil memberi napas bagi yen, pelaku pasar masih diliputi ketidakpastian. Pernyataan pejabat Jepang menunjukkan bahwa aktivitas spekulatif masih tinggi, sehingga risiko gejolak lanjutan tetap terbuka.
Analis menilai, langkah lanjutan sangat mungkin terjadi, apalagi Jepang akan memasuki periode libur Golden Week. Dalam sejarahnya, intervensi mata uang juga pernah dilakukan saat periode libur, termasuk pada 2022 dan 2024.
Jika dolar kembali melonjak mendekati level 160 terhadap yen, otoritas diperkirakan tidak akan ragu untuk kembali turun tangan. Bahkan, pola sebelumnya menunjukkan bahwa intervensi bisa terjadi berulang dalam waktu berdekatan, tidak harus menunggu level ekstrem yang sama.
Biaya Intervensi Tembus Triliunan Yen
Data terbaru menunjukkan bahwa Jepang kemungkinan telah menggelontorkan dana hingga 5,48 triliun yen atau sekitar 35 miliar dolar AS untuk menopang mata uangnya. Angka ini mendekati skala intervensi besar yang dilakukan pada Juli 2024.
- analisis USDJPY terbaru 2026
- Bank of Japan
- dampak dolar AS terhadap yen Jepang terbaru
- Dolar AS
- Ekonomi global
- Forex
- Inflasi Energi
- intervensi Jepang terhadap yen 2026
- intervensi mata uang
- kebijakan suku bunga global dan nilai tukar mata uang
- pasar keuangan
- penyebab yen melemah terhadap dolar
- suku bunga global
- USDJPY
- Yen Jepang