Namun, Kepala Analisis Minyak Rystad Energy, Paola Rodriguez-Masiu, mengingatkan para pelaku pasar agar tetap waspada terhadap volatilitas. Ia menegaskan bahwa arus minyak global memerlukan waktu untuk kembali normal sepenuhnya. Menurutnya, pasar pelayaran memiliki karakteristik struktural yang membuat proses normalisasi membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 minggu setelah akses jalur pelayaran terbuka secara andal.
Stok Minyak AS Terus Menyusut
Di tengah fluktuasi harga, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah domestik terus menurun. Penurunan ini terjadi karena negara-negara di seluruh dunia berlomba-lomba mengisi kekosongan pasokan akibat gangguan di Timur Tengah.
Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 2,3 juta barel menjadi 457,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini sedikit lebih rendah dari ekspektasi para analis dalam survei Reuters yang memprediksi penurunan sebesar 3,3 juta barel. Penurunan stok ini mencerminkan betapa ketatnya pasar energi global selama konflik berlangsung, yang sempat mendorong harga Brent mencapai level tertinggi sejak Maret 2022 pada pekan sebelumnya.