Catatan Dahlan Iskan

Panda Dimsum

Bagikan
Panda Dimsum
Bagikan

finnews.id – Kesulitan selalu melahirkan jalan baru: Indonesia pun akhirnya mengeluarkan surat utang jenis baru. Kian banyak cara berutang. Kali ini lewat penerbitan bond jenis baru: Bond Panda.

Itu yang diumumkan tim ekonomi pemerintah Selasa kemarin. Yakni setelah tim di bawah Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menghadap Presiden Prabowo Subianto. Rapat dengan presiden tentu membahas perkembangan terakhir: soal kurs rupiah yang anjlok ke sejarah baru dan pasar saham yang juga melorot.

Memburuknya dua indikator itu memang aneh: ekonomi tumbuh lebih baik: 5,6 persen (Januari-Februari-Maret). Inflasi rendah. Cadangan devisa amat cukup.

Maka Gubernur Bank Indonesia pun, Perry Warjiyo, menyimpulkan: ini siklikal. Artinya kurs rupiah itu jatuh hanya di musim tertentu. Yakni musim ketika banyak perusahaan sedang butuh dolar untuk memenuhi kewajiban valuta asing mereka. Tentu saja termasuk Pertamina yang sekali perlu dolar jumlahnya amat besar –untuk impor minyak bagi 280 juta rakyat Indonesia.

Tapi, kalau benar siklikal, mestinya kan sudah diketahui siklus tahunannya. Lalu disiapkan langkah khusus sebelum siklus itu tiba. Rupanya keharusan belajar, termasuk mempelajari siklus permintaan dolar, tidak boleh pernah berhenti.

Putusan tim ekonomi pemerintah lainnya juga menarik: orang dibatasi dalam membeli dolar. Batasan itu maksimal USD25.000 per orang per hari. Jadi, kalau Anda perlu USD50.000, Anda harus membelinya dua hari. Atau, Anda minta adik atau kakak membelikan yang USD25.000 lagi untuk Anda. Batasan itu lebih ketat daripada sebelumnya: USD50.000 dolar per orang per hari.

Maksud pembatasan adalah: untuk mencegah kepanikan kurs. Agar nilai tukar rupiah tidak terjun bebas dalam satu hari.

Dulu batasan seperti itu tidak ada. Tapi di Tiongkok sudah lama diterapkan. Lebih ketat.

Selain batasan itu lahir pula kiat lain: Indonesia akan segera menerbitkan bond Panda. Dari namanya saja Anda sudah tahu: surat utang itu akan dilepas di Tiongkok. Artinya, Indonesia sebagai negara akan berutang kepada rakyat Tiongkok. Bukan lagi hanya berutang kepada pemerintahnya.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Bandit Sosial

Oleh: Dahlan Iskan Saya ke Universitas Indonesia pagi ini –setelah kemarin sore...

Catatan Dahlan Iskan

Kelapa Gading

Oleh: Dahlan Iskan Sekolah penting, tapi ke Discovery juga bisa mendapatkan inspirasi:...

Catatan Dahlan Iskan

Istana Garuda

Jumlah penduduk IKN terus bertambah: kini susah 1.000 orang. Semua pegawai IKN...

Perjalanan ke IKN lewat tol baru, Dahlan Iskan soroti Masjid Negara hingga fasilitas yang dinilai belum maksimal
Catatan Dahlan Iskan

Langit Sumur

Oleh: Dahlan Iskan Jalan tol ke IKN sudah bisa dilewati: di hari...